Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana menyampaikan, kegiatan diikuti 3 (tiga) komponen sekaligus. Yakni Kepala Sekolah, Bendahara dan Operator, merupakan kali pertama. Dengan duduk bersama, ia berharap, ada sinkronisasi di antara ketiganya yang berdampak pada penguatan perencanaan sekolah.
“Kita kan belum pernah mempersatukan kepala sekolah dengan bendahara maupun operator. Biasanya kan saling menyalahkan dan sebagainya. Lha kali ini, saya janji, memang di tahun ini kita satukan,” tambah Suwarjana.
Suwarjana menegaskan, adanya pengarahan ini, perencanaan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS) maupun Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bisa terkelola dengan baik. Salah satunya, dengan menyatukan satu pandangan melalui tugasnya masing-masing.
Baca juga : Kadisdikbud Kota Malang Minta Sekolah Jangan Persulit Siswa dalam MPLS
“Poin-poinnya ya biar perencanaannya sesuai dengan apa yang dibutuhkan di lembaga sekolah itu. Dengan dana Bosnas maupun dana Bosda,” terangnya.
Dalam kesempatan kali ini, tidak semua sekolah diundang, mengingat banyaknya lembaga pendidikan di Kota Malang dengan lokasi acara yang terbatas. Total sebanyak 500 peserta hadir, baik dari lembaga tingkat SD dan SMP sederajat se-Kota Malang. (ws7/rhd)
Baca juga:
- UM Kolaborasi KKC Japan, Wujud Komitmen Hadapi Tantangan Dunia Kerja Internasional
- Bupati Malang Dorong Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cetak Generasi Berkarakter
- Tim Apatte62 Brawijaya Juarai Shell Eco-marathon 2026, Lolos ke Global Championship 2027








