PBNU Hentikan Pilrek Unisma, Mahasiswa Desak Rektor Terpilih Segera Dilantik

demo demo puluhan mahasiswa unisma
demo demo puluhan mahasiswa unisma

Malang, SERU.co.id –  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta menghentikan proses pemilihan rektor Universitas Islam Malang (Unisma) 2022. Hal itu sesuai dengan surat yang dikeluarkan oleh PBNU pada 29 November 2022. Sebagaimana diketahui, proses pemilihan rektor periode 2022-2026 yang terpilih  Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si.

Pihak Unisma yang diwakili Kabid SDM dan Keagamaan Pengurus Yayasan Unisma, Ali Ashari mengatakan seharusnya pelantikan rektor terpilih dilakukan pada Rabu, 30 November 2022. Dengan adanya surat dari PBNU karena sebelumnya terdapat laporan yang mengatasnamakan pengawas yayasan. Pihak kampus menghargai hal tersebut dan dilakukan penundaan pelantikan Rektor terpilih.

Baca Juga

“Sebenarnya, pemilihan¬† sudah dilakukan sesuai dan melalui tahapan seleksi. Baik administratif, tes kesehatan dan psikologis, kemudian diminta pertimbangan kualitatif di anggota Senat,” ungkap Kabid SDM dan Keagamaan Pengurus Yayasan Unisma, Ali Ashari seperti dikutip dari Memo X.

Namun dalam surat yang dikeluarkan oleh PBNU itu secara garis besar menganggap proses pemilihan masih belum sesuai statuta, anggaran dasar (AD) maupun anggaran rumah tangga (ART) yayasan Unisma berkaitan ijin dari Pembina Yayasan. PBNU sebagai pembina yayasan telah menerima surat dari pengawas yayasan Unisma terkait pembatalan semua aturan yang tidak sesuai dengan AD – ART yayasan.

Dalam surat PBNU Nomor 325/PB.01/A2.10.67/99/11/62 proses pemilihan rektor itu perlu diklarifikasi. Bahkan menunjuk 4 orang sebagai tim klarifikasi. Antara lain Mohammad Nuh (ketua), Syaifullah Yusuf, H Amin Said Husni dan Imron Rosadi Hamid. Jadi, tahapan proses pemilihan rektor itu dihentikan sementara dan proses pelantikan rektor ditunda sampai dengan adanya keputusan lebih lanjut dari PBNU.

Adapun surat dari PBNU itu ditanda-tangani Syaifullah Yusuf selaku Sekjen PBNU, KH Yahya Cholil (Ketum), KH Ahmad Said Asrori (Katib Aam), KH Miftachul Akhyar (Rais Aam). Dengan tembusan ke pihak panitia penjaringan dan penyaringan bakal calon rektor, Dewan Pembina Yayasan Unisma dan Dewan Pengawas Yayasan Unisma.

Berita Terkait