Malang, SERU.co.id – Untuk meningkatkan kemampuan pembatik khususnya yang ada di lingkungan Kampung Budaya Polowijen Kota Malang, diadakan pelatihan membatik dengan teknik Ecoprint. Pelatihan dengan menggandeng Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang itu diikuti 20 pembatik.
Metode ecoprint yakni teknik dengan metoda cap menggunakan daun-daun dari tumbuhan jadi sangat ramah lingkungan. Menghadirkan narasumber dari Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya.
“Di KBP (Kampung Budaya Polowijen) ini ada kelompok seni budayanya sendiri. Kegiatan pelatihan nanti ini adalah proses ecoprint, daun-daun dipetik dari sekitar sawah disini,” seru Pengelola KBP, Ki Demang saat dijumpai di sela-sela pelatihan.

Banyak metode yang digunakan untuk membatik, seperti cap, jumput dll. Setelah tidak mengadakan pelatihan karena pandemi, kali ini pelatihan yang diusung memilih metode ecoprint, teknik baru yang juga harus dikuasai pembatik di KBP.
“Kami dapat anugerah sebagai salah satu kampung yang melestarikan kebudayaan di Kota malang. Kelompok batiknya ada 60 orang yang aktif 20 orang,” tambah Ki Demang yang juga seniman dan budayawan asli Polowijen.
Sementara itu, pelatih batik di KBP, Titik menjelaskan awal tahun 2017 telah diadakan pelatihan gratis khusus warga Polowijen. Salah satu keinginannya agar bisa mengembangkan motif batik yang bercirikan kampung budaya Polowijen dan bantuan dalam hal permodalan.Â
“Dari 60 orang, separoh tetap berproduksi, Kita semua butuh tambahan pengetahuan, ya salah satunya dengan ecoprint ini. Harapan bisa tambah pengetahuan dan bisa berkembang dan semoga ada bantuan dalam hal permodalan,” imbuh Titik yang telah mendapatkan lisensi sertifikat khusus pengajar batik Kota Malang.
Disinggung mengenai permodalan, perwakilan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Hartati menyatakan akan membantu apa yang menjadi angan dan cita-cita para pembatik.
Selain itu, pihaknya juga akan membantu memfasilitasi pengurusan merk selama berproduksi.
“Diskopindag akan mencoba membantu apa yang menjadi angan dan cita-cita KBP. Termasuk memfasilitasi pengurusan merk, karena akan menjadi daya tarik untuk KBP (Kampung Budaya Polowijen),” ujarnya. (ws4/ono)
Baca juga:
- Satgas ITR Pemkab Jember Temukan Tunggakan Pajak Rp1,6 Miliar Saat Sidak Pertambangan di Gunung Sadeng
- Strategi Entaskan Kemiskinan, Pemkab Jember Siapkan Kolaborasi Perhutanan Sosial Lewat Skema IAD
- CIMB Niaga Resmikan Syariah Digital Branch Dukung Ekosistem Halal di Malang Raya
- Tutup KCS 39, SMK PGRI 3 Malang Kukuhkan 987 Siswa Baru Skariga
- Ustazah Nia Hajar Ternyata Sosok AI, Begini Respons Berbagai Pakar









