Kemendes PDTT Pilih Bondowoso Lokasi Penerapan Pertanian Presisi pada 2020

SOSIALISASI: Kemendes PDTT RI dan Bappeda Pemkab Bondowoso saat sosialisasi pertanian presisi pada keompok tani dan penyuluh pertanian. (humas pemkab for ido).

Bondowoso, SERU- Pada 2020, Bondowoso dipilih menjadi lokasi penerapan pertanian presisi berbasis teknologi di Pulau Jawa.  Dipilihnya kabupaten berjuluk Kota Tape, ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Beppeda) Bondowoso, Farida di kantornya Selasa (12/11/2019). ”Alhamdullilah  Bondowoso dipilih menjadi lokasi penerapan pertanian presisi berbasis teknologi di Pulau Jawa pada 2020 oleh Kemendes PDTT RI,” katanya.

Kepastian Bondowoso dipilih menjadi lokasi penerapan pertanian presisi, itu tambah Farida, disampaikan Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup (PSDLH) Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) Kemendes PDTT RI, Dwi Rudi Hartoyo yang datang langsung ke Bondowoso pada 7 November lalu. ”Saat itu, Direktur Ditjen PDT Kemendes PDTT RI yang menyampaikan dan juga memberikan sosialisasi implementasi pertanian presisi berbasis teknologi pada kelompok tani, penyuluh pertanian, dan sejumlah tokoh bidang pertanian di Bondowoso,” katanya.

Namun, mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bondowoso, itu mengungkapkan, baru satu desa yang dipilih menjadi lokasi penerapan pertanian presisi. Karena, satu desa, ini akan menjadi pilot project penerapan pertanian presisi di  Bondowoso. ”Satu desa itu masih belum ditentukan. Nanti, kalau satu desa berhasil, tentu diterapkan di desa-desa lainnya. Mengingat, SDM sudah siap, karena anak muda di desa sudah tahu internet. Tinggal pengembangan dan pendampingannya,” ungkapnya.

Farida, Kepala Bappeda Kabupaten Bondowoso. (foto: ido)

Menurut Farida, Direktur PSDLH Ditjen PDT Kemendes PDTT RI, Dwi Rudi Hartoyo menyampaikan, pertanian presisi merupakan pemanfaatan teknologi dalam memaksimalkan hasil pertanian untuk mencapai ketahanan pangan.  Bondowoso dipilih menjadi salah satu lokasi penerapan pertanian presisi, karena Bondowoso  mempunyai potensi pertanian banyak untuk dijadikan model bahan evaluasi ke depan. ”Itulah yang membuat Bondowoso dipilih Kemendes PDTT RI menjadi lokasi penerapan pertanian presisi berbasis teknologi di Pulau Jawa,” jelasnya.

Penerapan pertanian presisi sendiri, kata Farida, lebih praktis. Karena, dapat mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan setiap tanaman.  Sehingga, petani lebih paham mengindentifikasi perlakukan pada tanaman yang membutuhkan air, diberikan pestisida, dan yang harus dipupuk.  ”Indentifikasi itu bisa dilakukan, karena ada sensor yang memberikan informasi yang dibutuhkan tanaman.  Ini juga bisa merubah prilaku petani tidak harus setiap hari ke sawah, tapi bisa menghasilkan panen lebih baik. Pertanian presisi, ini sangat mendukung visi dan misi Bondowoso Melesat,” tandasnya. (ido)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *