RAPBD Bondowoso 2020 Defisit Rp 80 Miliar, Anggaran Program Kerja OPD Dikurangi

OPTIMISTIS: Bupati Bondowoso KH.Salwa Arifin dan Sekda H.Syaifullah yakin defisit APBD 2020 tidak mengganggi program kerja OPD. (foto: ido).

Bondowoso,SERU- Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Bondowoso 2020 yang mulai dibahas Pemkab dan DPRD setempat, bakal mengurangi anggaran program kerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mencapai 10 persen. Penyebabnya, RAPBD 2020 yang disampaikan Bupati Bondowoso KH.Salwa Arifin dalam rapat paripurna DPRD pada Senin (14/10/2019), mengalami defisit sekitar Rp 80 miliar.

Bupati Salwa mengatakan, APBD Bondowoso 2020 mengalami defisit sekitar Rp 80 miliar, karena belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp 2,131 triliun. Sedangkan, Pendapatan Daerah  direncanakan sebesar Rp 2,051 trilliun. ”Karena mengalami defisit, maka ada pegurangan sekitar 10 persen untuk anggaran program kerja dan kegiatan di sejumlah OPD Pemkab selama 2020. Maka dari itu, OPD harus menggenjot dan mengoptimalkan program kerja lebih efektif dengan rasionalisasi anggaran,” katanya.

H.Ahmad Dhafir Ketua DPRD Bondowoso. (foto: ido)

Sekretaris Daerah (Sekda) H.Syaifullah yang mendampingi Bupati Salwa menjelaskan, salah satu penyebab RAPBD 2010 mengalami defisit, karena dana bagi hasil pajak dari Pemerintah Pusat yang biasanya mendapat Rp 80 miliar, kini memperoleh sekitar Rp 29 miliar. ”Kita dengan OPD-OPD sudah melakukan langkah-langkah, tapi memang ada yang meleset, terutama mendapatkan dana bagi hasil dari Pemerintah Pusat. Kondisi ini terjadi hampir di semua kabupaten,” jelasnya.

Kondisi itu,  menurut Syaifullah, bakal berpengaruh pada kekuatan APBD untuk program kerja di sejumlah OPD Pemkab Bondowoso. Meski begitu, tidak akan mengganggu programn kerja yang sudah dirancang OPD. ”Akibat APBD 2020 mengalami defisit, tentunya ada pengurangan anggaran program kerja di sejumlah OPD, sekitar 10 persen. Tapi, tidak mengganggu program kerja kita. Kalau ada program kerja yang tidak bisa dikerjakan di awal. Insyaallah nanti di PAL atau Perubahan APBD 2020,” terangnya.

Terpisah, Ketua DPRD Bondowoso, H.Ahmad Dhafir menegaskan, yang paling penting dalam pembahasan RAPBD Bondowoso 2020 adalah bagaimana alokasi anggaran berpihak pada kepentingan masyarakat. Terutama memenuhi target visi dan misi Bupati Salwa Arifin dan Wabup Irwan Bachtiar Rahmat mewujudkan Bondowoso Melesat. ”Artinya, ada skala prioritas penggunaan APBD 2020. Yaitu, bagaimana penguatan kesejahteraan masyarakat. Karena, Pemkab dan DPRD punya tanggung jawab memenuhi kebutuhan rakyat ajab papan, pangan, dan sandang,” tegas Dhafir. (ido)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *