Malang, SERU.co.id – Suasana jalanan di Dusun Klandungan pada Sabtu (4/7) pagi itu tidak seperti biasanya, jalan tersebut diramaikan Kirab Budaya Opak-opak yang dikawal oleh ratusan peserta dari berbagai RT dan RW yang berada di Dusun Klandungan Landungsari Kabupaten Malang. Ini adalah salah satu rangkaian acara ‘Sedekah Bumi Dusun Klandungan Tahun 2026’ yang digelar setiap tahun di Bulan Suro.
Acara Sedekah Bumi ini mulai digelar pada Rabu, 17 Juni 2026 hingga Minggu, 12 Juli 2026. Tradisi ini dimulai dengan menggelar selamatan dan kirim doa kepada leluhur yang pertama membuka Dusun Klandungan (Bedah Kerawang), yaitu Mbah Gedhe Ndokowono dan Putri Rencang Kencono, serta para kepala desa dan perangkat desa terdahulu yang dilaksanakan di Pesarean Mbah Gedhe Ndokowono.
Menurut Kepala Dusun Klandungan, Hartono, tradisi ini diduga sudah dimulai pada masa Kepala Desa Landungsari yang pertama, yaitu Pak Denan yang menjabat antara tahun 1920 hingga 1924. Tradisi ini tetap dijaga hingga saat ini agar tetap lestari.
“Tujuan digelarnya sedekah bumi ini untuk melestarikan budaya adat di Dusun Klandungan Desa Landungsari, serta mempererat tali persaudaraan di seluruh elemen masyarakat. Ini bermakna wujud syukur pada Tuhan YME atas limpahan berkah rezeki yang disimbolkan dengan gunungan bermacam-macam sayuran, buah-buahan, ikan dan lauk pauk lainnya,” seru Hartono, Senin (6/7/2026).
Kepala Dusun yang menjabat sejak tahun 2020 ini menambahkan, secara simbolis gunungan tersebut adalah wujud syukur atas kelimpahan hasil pertanian maupun peternakan yang mana gunungan ini diperebutkan oleh warga dan dipercaya memberikan berkah pada orang yang mendapatkannya.
“Pada rangkaian acara sedekah bumi kali juga digelar berbagai acara yang dimulai pada Rabu (17/6) dengan menggelar kenduri malam 1 Muharam, kerja bakti massal, ruwah rosul, kirab budaya, kreasi budaya anak, pencak, bantengan, jaranan campursari. Dan ditutup dengan acara jalan santai yang digelar hari Minggu 12 Juli yang akan datang,” imbuh Kasun Klandungan, Hartono.
Kasun Hartono menyampaikan, sedekah bumi ini adalah kesepakatan warga dan pendanaannya ditanggung bersama oleh warga dan juga para donatur. Ia berharap kedepannya acara ini akan tetap berlangsung lestari demi menjaga tradisi adat budaya yang ada di Dusun Klandungan.
“Kami berharap agar tradisi ini tetap dilestarikan, dijaga agar anak cucu kita akan mengenal sejarah tempat mereka tinggal, serta menghormati para leluhurnya. Agar generasi muda tetap bisa menjaga tradisi ini dan tidak tergerus oleh perkembangan jaman,” pungkasnya. (mzm)









