Polres Malang Kerahkan Personel Atur Lalin Antrean yang Mengular di SPBU

Polres Malang Kerahkan Personel Atur Lalin Antrean yang Mengular di SPBU
Nozzle dispenser BBM di salah satu SPBU. (ist)

Malang, SERU.co.id – Polres Malang bakal kerahkan personel untuk mengatur lalu lintas yang mengalami kemacetan, dampak antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah titik SPBU.

Kapolres Malang, AKPB Muhammad Taat Resdianto menerangkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Polsek jajaran di wilayah hukum Polres Malang untuk melakukan pemantauan fenomena tersebut. Serta memerintahkan untuk melakukan pengamanan dan penertiban lalu lintas di titik-titik SPBU antrean yang mengular dan menimbulkan kemacetan.

Bacaan Lainnya

“Untuk titiknya kami belum mendapatkan laporan terkait itu, nanti saya cek. kalau sudah dapat informasi titiknya saya perintahkan para Kapolsek minimal memberikan pengaturan lalin (lalu lintas), antar tidak terjadi hingga jalan,” seru Taat, saat dikonfirmasi.

Selain itu, Taat mengaku, akan melakukan koordinasi dengan pihak pertamina dan Hiswana Migas dan berharap masyarakat tidak perlu resah.

“Saya berpikir masyarakat tidak usah resah, tidak perlu terprovokasi dengan info-info yang tidak bertanggung jawab dan tetap tenang,” bebernya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi tidak membantah tellah terjadi penumpukan antrean di sejumlah wilayah Jawa Timur termasuk Malang Raya. Pihaknya juga telah melaksanakan upaya mitigasi sebagai bagian dari penugasan pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi sesuai kuota dan titik layanan jual.

“Sebagai informasi per bulan Juni ini sendiri, realisasi di Jawa Timur untuk produk Biosolar sudah melebihi 100 persen dari kuota berjalan dan 96 persen untuk produk Pertalite. Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan paralel melaksanakan mitigasi percepatan pemenuhan penyaluran, dengan adanya kondisi peningkatan konsumsi di tengah masyarakat,” terangnya.

Ahad menjelaskan, Pertamina telah melaksanakan prioritas pengiriman dari Terminal BBM supply point dan alih suplai dari Terminal BBM terdekat dari wilayah penyaluran.

“Sejak Jumat (26/6/2026) telah dilaksanakan mitigasi tambahan melalui double alih suplai. Sehingga BBM yang dikirimkan semakin bertambah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat. Selain itu, mobil tangki juga dimaksimalkan dengan skala prioritas pengiriman ke wilayah dengan kendala pasokan dan demand tertinggi,” ungkapanya.

Ahad berharap, dengan segala mitigasi ini diharapkan dapat segera mengurai antrean dan kondisi penyaluran kembali normal.

Sedangkan, salah satu soper travel, Arga Corella mengaku kesulitan mendapatkan BBM pertalite dan solar sejak beberapa hari lalu. Bahkan hal dia rasakan di beberapa daerah di Jawa Timur.

“Saya nyari dari Sidoarjo, Pasuruan sampai Malang susah pertalite. Hari ini membawa mobil solar tambah sulitnya,” ungkap Arga. (wul/ono)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id