Tanggapan Bupati Fawait Terkait Aksi Pro-Kontra Program MBG di Jember

Tanggapan Bupati Fawait Terkait Aksi Pro-Kontra Program MBG di Jember
Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Ist.)

Jember, SERU.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terus memicu dinamika. Setelah sempat dikritik lewat aksi demonstrasi mahasiswa, kemarin giliran kelompok masyarakat lain yang turun ke jalan memberikan dukungan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember pun memberikan tanggapan. Bupati Jember Muhammad Fawait menilai pro-kontra tersebut sebagai bentuk pengawasan publik yang sehat.

Bacaan Lainnya

“Saya pikir ini baik. Kemarin ada yang kontra, tadi ada massa besar yang juga pro terhadap MBG. Maka saya pikir inilah tandanya demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik,” seru Gus Fawait, Selasa (23/6/2026).

Selanjutnya, dia menegaskan, Pemkab Jember sangat menghormati seluruh aspirasi masyarakat. Selama disampaikan secara tertib dan damai, aksi tersebut justru membawa berkah tersendiri.

“Kalau dilakukan secara tertib, tidak rusuh dan lain sebagainya, itu berdampak baik juga bagi PKL, UMKM, dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Di sisi lain, Gus Fawait menyebut, Pemkab Jember terus mematangkan kesiapan infrastruktur program MBG. Salah satunya dengan melakukan supervisi ketat ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Saat ini sudah ada 209 SPPG yang beroperasi di wilayah Jember. Berdasarkan hasil evaluasi, tata kelola administrasi dapur-dapur tersebut menunjukkan tren positif,” paparnya.

“Hasil supervisi sudah mulai bagus. Terkait administrasi sudah mulai tertib, mulai dari SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), NIB (Nomor Induk Berusaha), dan lain sebagainya,” tambahnya.

Kendati demikian, dia mengakui masih ada beberapa catatan yang harus dibenahi. Terutama mengenai akurasi data penataan penerima manfaat agar program lebih tepat sasaran.

“Kita perlu dorong lebih baik lagi, termasuk penataan penerima manfaat supaya nanti lebih optimal,” ungkapnya.

Untuk mendongkrak ekonomi arus bawah, Pemkab Jember juga menguji coba skema kemitraan antara dapur MBG dengan pedagang lokal. Sebanyak 10 SPPG dijadikan pilot project untuk menyerap bahan baku dari pedagang kecil.

“Kemarin ada percontohan 10 dapur. Saya minta membeli produknya dari wlijo (tukang sayur keliling) dan PKL,” jelasnya.

Lewat pola ini, Gus Fawait berharap program MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Hasil uji coba ini nantinya akan dievaluasi sebelum diterapkan secara massal di Jember.

“Mudah-mudahan nanti bisa kita lakukan di seluruh dapur Jember,” pungkasnya. (sgt/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id