Malang, SERU.co.id – DPRD Provinsi Jawa Timur mengusulkan penyerahan Velodrome ke Pemkot Malang. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri Komisi E DPRD Jatim bersama Komisi B DPRD Kota Malang.
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Dr H Indra Permana SE MM mengungkapkan, terdapat kesamaan pandangan antara DPRD Kota Malang dan DPRD Jawa Timur. Keduanya sepakat untuk mendorong percepatan penyelesaian status dan pengelolaan Velodrome.
“Velodrome dibangun untuk mendukung perkembangan olahraga di Kota Malang maupun Jawa Timur. Jangan sampai aset bernilai besar ini tidak optimal dimanfaatkan karena belum adanya kepastian pengelolaan,” seru Indra dalam keterangan resminya, Selasa (23/6/2026).
Sebagai solusi jangka pendek, pihaknya mendukung penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot dan Pemprov Jawa Timur. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan, agar pengelolaan, pemeliharaan, operasional, hingga pemanfaatan Velodrome dapat segera berjalan.
Indra menekankan, fokus utama dalam persoalan ini bukan hanya terkait status aset. Melainkan bagaimana fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembinaan atlet, olahraga masyarakat, serta penyelenggaraan berbagai event olahraga.
“Aset publik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komisi B DPRD Kota Malang berkomitmen mengawal proses ini sampai ada kepastian status dan pengelolaan,” tegas pria yang juga Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang tersebut.
Sementara, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr Sri Untari menyampaikan, pengelolaan Velodrome akan lebih efektif apabila diserahkan kepada Pemkot Malang. Meski demikian, penggunaan fasilitas tersebut tetap harus memberikan ruang dan kemudahan bagi penyelenggaraan kegiatan olahraga tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Pandangan ini dapat menjadi salah satu opsi yang layak dikaji. Dalam rangka memberikan kepastian hukum dan efektivitas pengelolaan,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pemangku kepentingan dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke Velodrome tanggal 28 Juni mendatang. Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran langsung kondisi Velodrome dan menjadi dasar penyusunan langkah konkret dalam penyelesaian persoalan.
“Kami ingin Velodrome tidak lagi terjebak dalam ketidakpastian administrasi. Yang terpenting aset ini segera hidup, produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat, pembinaan atlet, serta kemajuan olahraga Kota Malang dan Jawa Timur,” tandasnya. (bas/mzm)









