Genjot Sektor Pertanian Jember, Bupati Fawait Guyur Bantuan Oplah hingga 100 Unit Irigasi Perpompaan

Genjot Sektor Pertanian Jember, Bupati Fawait Guyur Bantuan Oplah hingga 100 Unit Irigasi Perpompaan
Bupati Fawait saat mencoba bantuan Alsintan bagi petani. (Seru.co.id/sgt)

Jember, Seru.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya memajukan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa pada tahun 2026 ini, berbagai program bantuan mulai dari Optimasi Lahan (Oplah) hingga Irigasi Perpompaan (Irpom) dipastikan berjalan lancar dan tepat sasaran.

Bupati Fawait menyebut, program Irpom yang digelontorkan tahun ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember. Langkah ini diambil sebagai solusi konkret untuk mengatasi masalah pengairan yang kerap dikeluhkan petani.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini ada 100 unit IRPOM. Ini terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember. Irpom ini adalah salah satu tools atau cara untuk mengoptimalkan lahan dan memperluas luas panen kita. Yang awalnya susah diairi, akan mudah diairi dengan adanya program ini,” katanya, Sabtu (6/6/2026).

Selanjutnya dia membeberkan alasan di balik masifnya pembangunan infrastruktur pertanian di eranya. Berdasarkan data yang ia kantongi, mandeknya produktivitas padi di Jember selama ini disebabkan oleh rusaknya fasilitas irigasi yang mencapai angka 70 persen.

“Kita lihat data, kenapa produksi padi kita di Jember dan sektor pangan lainnya cenderung melambat bahkan stagnan? Ini data, bukan omon-omon. Karena hampir 70 persen infrastruktur pertanian kita dalam kondisi yang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Menyadari keterbatasan APBD Jember, pria yang karib disapa Gus Fawait itu bersama jajaran Dinas Pertanian gencar melakukan lobi ke pemerintah pusat di Jakarta. Upaya tersebut diakuinya sudah berjalan sejak tahun 2025 lalu.

“Kalau kita pakai dana APBD saja enggak akan cukup saudara-saudara. Alhamdulillah, dari tahun 2025 sampai 2026 ini sudah kelihatan hasil lobi kita kepada pemerintah pusat. Tahun ini juga akan ada hampir 190 perbaikan irigasi serta rehabilitasi 16 irigasi skala besar,” paparnya.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur air, Pemkab Jember juga menyalurkan bantuan langsung berupa pupuk serta bibit gratis kepada para petani untuk mendongkrak produktivitas sektor hortikultura.

“Ada bantuan untuk pupuk kepada petani. Ada juga bantuan bibit jagung untuk 3.540 hektar bagi para petani jagung kita di Kabupaten Jember,” tambahnya.

Di sisi lain, Fawait juga mengapresiasi stabilitas harga pangan yang saat ini dinilai sangat menguntungkan para petani. Menurutnya, sinergi antara Bulog, TNI, dan Polri berhasil menjaga harga gabah dan jagung tetap stabil di pasaran.

“Harga sektor pertanian kita dalam sejarah hari ini adalah yang terbaik. Harga padi dijaga oleh Bulog. Kemudian segera menyusul harga jagung yang dikawal oleh pihak kepolisian, sementara padi dikawal TNI,” ungkapnya.

Gus Fawait pun memuji kebijakan di tingkat nasional yang dinilai berpihak pada kesejahteraan arus bawah. “Harganya dijaga dan insyaallah ini yang terbaik dalam sejarah di Republik ini, di era Presiden Prabowo harganya terjaga,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemkab Jember hari ini juga menyerahkan bantuan bibit padi, kopi, jagung, tebu, traktor roda 4 dan roda 2 sekitar 40 sampai 50 unit yang akan diserahkan kepada petani. Hand traktor roda 4 dan roda 2, ground seller 13 unit, mesin roasting kopi dan motor roda tiga kepada kelompok tani Jember. (sgt/mzm)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id