Jambi, SERU.co.id – Pemadaman listrik massal (blackout) terjadi di wilayah Sumatra, sejak Jumat (22/5/2026) malam. Gangguan jalur transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai Jambi yang dipicu cuaca buruk disebut sebagai biang kerok blackout. PLN menyatakan proses pemulihan terus berlangsung dan ratusan penyulang telah kembali beroperasi secara bertahap.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengatakan, indikasi awal gangguan dipicu cuaca ekstrem yang mengganggu sistem transmisi Muara Bungo–Sungai Rumbai 275 kV.
“Dampaknya adalah adanya shock terhadap pembangkit-pembangkit kami. Kemudian padam secara berantai,” seru Darmawan, Sabtu (23/5/2026).
PLN memastikan, tidak ditemukan kerusakan fisik pada gardu induk maupun menara transmisi. Berbeda dengan gangguan besar akibat longsor dan banjir pada akhir tahun lalu, blackout kali ini disebut murni dipicu gangguan sistem transmisi dan proteksi jaringan.
Sebagai informasi, kejadian serupa pernah terjadi pada Rabu (4/6/2024) lalu. Saat itu, hampir seluruh daerah Sumatra mengalami listrik padam akibat gangguan trasmisi SUTT 275 kV Linggau-Lahat.
“Gangguan tadi malam menciptakan efek domino di jaringan interkoneksi Sumatra. Jalur transmisi 275 kV merupakan tulang punggung sistem kelistrikan antarwilayah di Sumatra. Ketika jalur utama terputus, sistem proteksi otomatis pada sejumlah pembangkit dan gardu induk bekerja untuk menghindari kerusakan lebih besar,” tambah Darmawan.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sumbar, Arjun Karim menjelaskan, proses recovery dilakukan secara bertahap. Terutama karena setiap pembangkit memiliki karakteristik sinkronisasi berbeda.
“Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit berbasis gas dapat dipulihkan lebih cepat, sekitar 5 hingga 15 jam. Sementara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara membutuhkan waktu lebih lama. Yakni 15 hingga 20 jam untuk kembali sinkron dan beroperasi penuh,” ujarnya.
Hingga Sabtu (23/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, PLN mengklaim seluruh sistem gardu induk dan transmisi utama sudah berhasil dipulihkan. Fokus berikutnya adalah menyalakan kembali pembangkit dan menstabilkan sistem interkoneksi. Khususnya agar pasokan listrik kembali normal sepenuhnya.
Di Sumatera Barat, seluruh gardu induk telah kembali menyala. Per pukul 05.00 WIB, sekitar 60 persen sistem kelistrikan di wilayah tersebut diklaim sudah pulih. Sementara di wilayah Sumatera Utara, sebanyak 173 penyulang dari total 540 penyulang terdampak telah berhasil dipulihkan hingga pukul 07.00 WIB.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto memastikan, jalur transmisi 275 kV yang sempat terganggu sudah berhasil diperbaiki, pada Jumat (22/5/2026) malam.
“Dalam proses pemulihan, PLN memprioritaskan pasokan listrik untuk fasilitas vital. Seperti rumah sakit, bandara, pusat pengolahan air bersih dan layanan publik strategis lainnya,” ujarnya.
PLN bersama Kementerian ESDM menyatakan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra. Guna memperkuat keandalan jaringan dan mencegah blackout serupa kembali terjadi di masa mendatang. (aan/mzm)









