Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan perbaikan jalan di kawasan Pasar Gadang masuk alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026 ini. Namun, realisasinya masih menunggu para pedagang pindah di lokasi sementara setelah lebaran.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan usulan bantuan ke Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU. Salah satu prioritasnya adalah perbaikan Jalan Pasar Gadang.
“Saya sudah bertemu Dirjen Bina Marga dan Alhamdulillah bantuan-bantuan yang sudah kita usulkan rata-rata disetujui. DAK jalan akan kita laksanakan tahun 2026, termasuk jalan utama yang seperti jalan kembar dengan median, serta jalan-jalan sirip di sekitar Pasar Gadang,” seru Wahyu, Jumat (2/1/2026).
Meski demikian, pelaksanaan proyek ini masih menyesuaikan waktu, lantaran menunggu proses pemindahan kios para pedagang. Saat ini, pembangunan tempat relokasi sementara pedagang masih berlangsung.
“Pedagang minta waktu sampai setelah Lebaran, karena khawatir pelanggan bingung mencari lokasi sementara. Setelah hari raya mereka akan membongkar sendiri kiosnya, karena lahan pengganti juga sudah siap. Setelah itu baru kita kerjakan,” ungkapnya.
Wahyu menambahkan, pembangunan tempat relokasi pedagang sepenuhnya dilakukan oleh pedagang secara mandiri. Pemerintah hanya memfasilitasi perizinan dan pengelolaan sewa.
“Semua biayanya dari pedagang. Jadi kami tidak mengeluarkan biaya, hanya biaya sewa saja,” terangnya.
Ia menyebut, penataan kawasan Pasar Gadang merupakan wujud kesadaran kolektif masyarakat. Ini sebagai langkah untuk memperbaiki wajah Kota Malang sekaligus mengurai kemacetan.
“Gadang itu sudah puluhan tahun macet. Saya sejak masih jadi Camat Tajinan kondisinya sudah seperti itu. Alhamdulillah sekarang bisa segera kita realisasikan penataannya,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, pedagang sudah siap direlokasi. Saat ini, pembangunan tempat relokasi sementara dipastikan masih terus berlangsung.
“Para pedagang sudah menyatakan siap dipindahkan ke area belakang pasar, di lokasi relokasi sementara. Alhamdulillah masyarakat menyadari bahwa fungsi jalan itu penting sebagai fasilitas umum, sehingga memerlukan penataan dan perbaikan,” jelasnya.
Ia menyampaikan apresiasi, atas kesadaran tersebut untuk menunjang pembangunan kota. Pembongkaran di area pasar yang sudah tidak ditempati pedagang pun telah berjalan.
“Nantinya relokasi pedagang baru dilakukan setelah seluruh area relokasi di bagian belakang selesai dibangun. Target waktunya kemungkinan setelah lebaran,” tandasnya. (bas/ono)








