Malang, SERU.co.id – Muftachul Huda, 25 tahun, tercatat sebagai warga Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang titemukan tewas mengapung di Sungai Molek Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Rabu (31/12/2025) malam.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar menjelaskan, kronologi penemuan mayat tersebut bermula oleh seorang warga setempat tidak sengaja melihat sesuatu yang mencurigakan mengapung di permukaan sungai. Saat didekati untuk memastikan secara pasti, saksi justru mendapati sebuah tubuh pria dengan keadaan tertelungkup dan tersangkut kayu di aliran sungai itu.
“Awalnya saksi melihat punggung manusia mengapung di sungai saat hendak masuk rumah. Saksi kemudian melapor ke warga dan perangkat desa, lalu diteruskan ke Polsek Kromengan,” seru Bambang, Kamis (1/1/2026).
Selanjutnya, laporan tersebut selanjutnya ditanggapi oleh pihak kepolisian dan kemudian tubuh korban berhasil dievakuasi tak lama setelah ditemukan. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengidentifikasi identitasnya.
“Dari hasil identifikasi sidik jari oleh Tim Inafis, jenazah berhasil kami identifikasi atas nama Muftachul Huda, usia 25 tahun, warga Kota Malang,” bebernya.
Bambang menerangkan, dari hasil pemeriksaan luar secara visual pada tubuh korban, petugas medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi kekerasan. Luka pada bagian wajah diduga akibat aktivitas hewan air, serta ditemukan tanda-tanda meninggal karena tenggelam,” kata Bambang.
Selain itu, berdasarkan kondisi jenazah laki-laki malang itu diperkirakan telah meninggal dunia antara satu hingga dua hari sebelum ditemukan. Korban juga masih menggunakan pakaian lengkap, yakni kemeja lengan panjang motif kotak warna gelap, celana jeans biru cerah. serta terdapat aksesoris gelang rantai di tangan kiri, cincin di jari tengah tangan kanan dan rambut korban diketahui diwarna kuning.
“Setelah identitas diketahui, kami langsung menghubungi pihak keluarga dan saat ini kasus masih kami tangani. Guna memastikan kronologi lengkap sebelum korban ditemukan,” tuturnya.
Dikatakan Bambang, pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Salah satunya dengan mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.
“Penanganan tetap kami lakukan secara profesional untuk memastikan penyebab kematian. Sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga korban,” tutup Bambang. (wul/ono)








