Disinggung terkait data korban kerusuhan tersebut, ia mengatakan masih dalam tahap sinkronisasi data.
“Sinkronisasi data akan terus kita lakukan, yang sudah tersinkronkan sampai dengan tadi pukul 09.30 itu tercatat 129 meninggal dunia. Tapi kita terus akan melakukan sinkronisasi,” kata Khofifah.
Dirinya mengatakan, pihaknya akan melakuakan santunan kematian kepada keluarga korban. Begitu juga dengan Pemerintah Daerah setempat.
Terakhir dirinya berharap, agar masyarakat Jawa Timur dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa tersebut. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang.
“Kita tentu berduka mendalam ketika melihat ada korban kasus di Kanjuruahn kemarin. Kita berharap insisden ini agar tidak terulang. (bim/mzm)
Baca juga:
- Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi MBG, Diduga Intervensi SPPG hingga Markup Triliunan Rupiah
- Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Alami Kecelakaan Berhasil Dievakuasi
- DPRD Optimalkan Pengawasan Kinerja OPD Kabupaten Malang untuk Masyarakat
- Tingkatkan Keamanan, Babinsa Koramil Blimbing Melaksanakan Komsos Bersama Security Hotel Grand Cakra
- Dadan Hindayana Dikabarkan Dijemput Penyidik Setelah Dicopot dan Kantor BGN Digeledah Kejagung









