OJK Dorong Pelajar Dukung Program KEJAR dan RABU di Kabupaten Malang

OJK Dorong Pelajar Dukung Program KEJAR dan RABU di Kabupaten Malang
Perwakilan pelajar menerima rekening Simpanan Pelajar (Simpel) disaksikan OJK Malang, Pemkab Malang dan Satuan Pendidikan. (rhd)

Malang, SERU.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan Bank Indonesia Malang kembali bersinergi. Mendorong pelajar dukung ‘Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) dan Rajin Menabung (Rabu)’ di Satuan Pendidikan Kabupaten Malang mewujudkan ‘Pelajar Makmur Cerdas Finansial.’

Kepala Kantor OJK Malang, Farid Faletehan menyampaikan, animo pelajar di Kabupaten Malang cukup tinggi. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 568.527 rekening KEJAR dengan total saldo rekening Rp187,67 miliar.

Bacaan Lainnya

“Capaian tersebut tentu tidak terlepas dari komitmen kuat Pemkab Malang beserta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi KEJAR,” seru Faried, di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa (30/6/2026).

Dihadiri Bupati Malang Sanusi, Kepala OJK Malang Farid Faletehan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Siti Nurfalinda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Prasetyani Arum Anggorowati. Serta diikuti lebih dari 500 kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan siswa dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Serta diikuti sekitar 1.100 peserta secara daring.

Kepala Kantor OJK Malang, Farid Faletehan menyerahkan, simbolis rekening Simpanan Pelajar. (rhd)
Kepala Kantor OJK Malang, Farid Faletehan menyerahkan, simbolis rekening Simpanan Pelajar. (rhd)

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan, OJK berharap, Program KEJAR dan RABU tidak hanya meningkatkan kepemilikan rekening tabungan pelajar, tetapi juga menanamkan budaya menabung, disiplin dalam mengelola keuangan.

“Serta perilaku finansial yang bertanggung jawab sejak usia dini sebagai fondasi menuju masyarakat yang semakin inklusif dan sejahtera,” ungkap Faried.

Apresiasi KEJAR Award 2026 bagi Pemda, Satuan Pendidikan dan Industri Perbankan

Dukungan Pemkab Malang juga menjadi bagian program KEJAR secara nasional. Dimana tercatat 59,03 juta rekening, terdiri dari produk SimPel (Simpanan Pelajar) dan Tabungan Anak, dengan total simpanan mencapai Rp29,13 triliun.

“Sebagai bentuk apresiasi, OJK kembali akan menyelenggarakan KEJAR Award 2026 pada peringatan Hari Indonesia Menabung di Agustus mendatang. Penghargaan akan diberikan kepada Pemda, satuan pendidikan dan industri perbankan yang telah komitmen, inovasi dan memberikan dampak nyata. Khususnya mendorong budaya menabung peningkatan kepemilikan rekening pelajar,” jelas Faried.

Sebagai informasi, tahun lalu, MTsN 3 Malang dan PT Bank Negara Indonesia (BNI), mendapat apresiasi sebagai satuan pendidikan sub kategori berbasis agama. Dengan Implementasi KEJAR Terbaik dalam KEJAR Award 2025.

Lindungi Diri dari Kejahatan Keuangan Digital

Dengan jumlah saldo yang cukup tinggi, Faried juga memberikan peringatan bahwa kejahatan keuangan digital masih cukup tinggi. Bahkan juga menyasar para pelajar, santri hingga guru, khususnya yang memiliki tingkat literasi rendah.

Berdasarkan data Indonesia Anti Scam Center (IASC) hingga Mei 2026, terdapat 579.459 laporan. Jawa Timur merupakan provinsi dengan tingkat laporan penipuan tertinggi ke-3, setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Dimana Kabupaten Malang menempati urutan ke-4 di Jawa Timur dengan 4.563 laporan.

“Sebagian besar berasal dari modus transaksi jual beli online. Angka ini menjadi pengingat bahwa literasi keuangan saat ini tidak hanya mengajarkan bagaimana menabung dan berinvestasi. Tetapi bagaimana melindungi diri dari aktivitas keuangan ilegal,” tegasnya.

Mengenali Modus Penipuan dan Aktivitas Keuangan Ilegal

Modus pertama, penipu menggunakan nama dan alamat melalui barang kiriman yang bisa diakses oleh penipu. Dengan mengaku dari CS e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee yang akhir-akhir kerap terjadi. Data tersebut bisa didapat dugaan kurir, struk dan lainnya.

“Ujungnya minta nomor rekening, lalu pin, dan secara otomatis isi rekening kita akan terkuras. Ingat, bank tidak pernah meminta nomor pin dan nomor kartu ATM kita, ini yang jadi pengingat bahwa itu ciri penipuan,” tegasnya.

Modus kedua, penipu menggunakan data diri kita untuk melakukan pinjaman online (pinjol), sehingga korban yang harus membayar angsuran tersebut.

“Untuk itu, segera lapor ke IASC dan usahakan dalam hitungan menit, jangan hitungan jam, karena kita berkejaran waktu dengan penipu. Setelah itu lapor ke pihak berwajib kepolisian,” tandasnya.

Bupati Malang Harapkan Kolaborasi Investasi Jangka Panjang

Bupati Malang Sanusi berharap, kolaborasi yang terjalin dapat menjadi investasi jangka panjang membentuk generasi muda lebih mandiri dan sejahtera.

“Kebiasaan menabung sejak dini tidak hanya membentuk kemampuan mengelola keuangan. Tetapi juga menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab dan perencanaan yang baik,” ujar Sanusi.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Pelaksanaan Program KEJAR dan RABU di Satuan Pendidikan Kabupaten Malang. Sekaligus pembaruan komitmen yang telah dibangun sejak tahun 2021. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas implementasi program secara berkelanjutan.

Kegiatan diisi dengan penyerahan lebih dari 5.000 rekening Simpanan Pelajar (Simpel) oleh BRI, Bank Mandiri, BSI, BNI, Bank Jatim, dan BPR Artha Kanjuruan Pemerintah Kabupaten Malang. Kepada siswa SD dan SMP/MTs negeri maupun swasta di Kabupaten Malang. (rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id