Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia dan beberapa pihak terkait melakukan sosialisasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Program Rajin Menabung (RABU) bertema ‘Pelajar Makmur Cerdas Finansial’. Program tersebut dilahirkan untuk mendorong para siswa memiliki rekening tabungan sejak dini, sekaligus membangun budaya menabung sebagai bekal menuju kemandirian finansial.
Bupati Malang, HM Sanusi menjelaskan, literasi dan inklusi keuangan merupakan bekal penting yang harus ditanamkan sejak usia dini. Dengan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan keuangan dan transaksi digital.
Namun dibalik kemudahan tersebut, terdapat tantangan yang harus diantisipasi agar generasi muda tidak terjebak pada perilaku konsumtif maupun praktik keuangan ilegal akibat rendahnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan.
“Di era digital saat ini, anak-anak dan remaja semakin dekat dengan berbagai layanan keuangan dan transaksi elektronik. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan sejak dini agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Serta membangun kebiasaan menabung sebagai bagian dari perencanaan masa depan,” seru Sanusi.
Sanusi mengatakan, pendidikan finansial bukan hanya mengajarkan bagaimana memperoleh uang, melainkan juga bagaimana mengelola, menggunakan dan merencanakan keuangan secara bijaksana. Dua program tersebut menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab dan tentunya kemandirian finansial bagi para pelajar di Kabupaten Malang.
Dengan ini, tidak hanya mengajarkan tentang menyimpan uang rekening pelajar ini juga menjadi media edukasi agar siswa terbiasa mengelola keuangan secara terencana sejak usia sekolah. Sehingga nantinya, diharapkan akan membentuk generasi yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.
Dikatakan Sanusi, hingga saat ini Program KEJAR di Kabupaten Malang telah mencatat sekitar 1,35 juta rekening pelajar yang tersebar di berbagai lembaga perbankan. Diharapkan kedepannya seluruh jenjang pendidikan dapat menjadikan budaya menabung sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran sehari-hari.
“Tidak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai menabung. Kebiasaan menyisihkan sedikit demi sedikit secara rutin akan membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan menjadi bekal penting bagi masa depan. Kesuksesan selalu diawali dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” pesannya. (wul/ono)









