UM Perluas Jejaring Global Gandeng University of Cape Town dan ISTIC UNESCO

UM Perluas Jejaring Global Gandeng University of Cape Town dan ISTIC UNESCO
Rektor UM saat hadiri kerja sama strategis dengan UCT dan ISTIC UNESCO. (Dok. Humas UM)

Cape Town, SERU.co.id – Universitas Negeri Malang (UM) memperluas jejaring internasional melalui kerja sama strategis dengan University of Cape Town (UCT) dan ISTIC UNESCO. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan riset, inovasi dan pertukaran akademik mendukung pencapaian SDGs. Kemitraan tersebut juga memperkuat peran UM dalam diplomasi sains di tingkat global.

Delegasi UM dipimpin langsung oleh Rektor UM, Prof Dr Hariyono MPd, berlangsung di Cape Town, Afrika Selatan, Selasa (23/6/2026). Kolaborasi tersebut membuka berbagai peluang bagi UM. Mulai dari penguatan riset internasional, peningkatan kualitas pendidikan hingga perluasan program pertukaran dosen dan mahasiswa.

Bacaan Lainnya

Perwakilan pihak UCT, Prof. Maano Ramutsindela, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara UM, UCT dan ISTIC akan memperluas peluang penelitian bersama. Sekaligus menghasilkan solusi ilmiah terhadap berbagai tantangan global.

“Kami melihat potensi besar dari kolaborasi ini. Sinergi ini memperkuat kualitas penelitian sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat di kawasan Asia dan Afrika,” seru Prof. Maano, dikutip dari website UM, Selasa (30/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, ketiga institusi menyepakati sejumlah agenda strategis yang berorientasi pada implementasi SDGs.

1. Bidang perubahan iklim
UM, UCT dan ISTIC akan mengembangkan riset bersama mengenai climate change sebagai implementasi SDG 13 (Climate Action). Penelitian ini diharapkan menghasilkan inovasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dapat diterapkan di negara-negara berkembang.

2. Sektor teknologi
UM dan UCT juga akan memperkuat kolaborasi pengembangan teknologi ramah lingkungan guna mendukung SDG 7 (Affordable and Clean Energy). Kerja sama ini ditargetkan menghasilkan inovasi energi bersih lebih efisien. Sekaligus mendukung transisi menuju pembangunan rendah karbon.

3. Sejarah hubungan Indonesia dan Afrika Selatan
UCT tengah mencari mitra sejarawan dari Indonesia. Khususnya untuk mengembangkan kajian tersebut sebagai bagian dari implementasi SDG 4 (Quality Education). Yakni melalui penguatan pendidikan berbasis sejarah, budaya dan perspektif global.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Fakultas Teknik UM dan Faculty of Science UCT turut menyepakati peninjauan kembali draf MoU yang sebelumnya telah diajukan UM. Kesepakatan ini menjadi landasan pengembangan kolaborasi berkelanjutan di bidang riset, inovasi hingga pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai informasi, Rektor UM didampingi Wakil Rektor II Prof. Adi Atmoko, Wakil Rektor III Prof. Markus Dinatoro, Direktur Kantor Urusan Internasional Dr. Sari Karmina. Kemudian Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial Dr. Abdul Kodir, Dekan Fakultas Teknik Prof. Andoko MT, Wakil Dekan II Fakultas Teknik Dr Ir R Machmud Sugandi MT. Serta Wakil Dekan III Fakultas Teknik Prof Ir Rr Poppy Puspitasari SPd MT PhD.

Sementara itu, delegasi ISTIC dipimpin Professor ChM. Dr. Mohd Basyaruddin Abdul Rahman. Bersama Director Madam Tengku Sharizad Tengku Dahlan dan Assistant Programme Executive Mr. Hazman Al-Hafiz Hazal. Dari pihak UCT hadir Prof. Maano Ramutsindela, Prof. Hussein Suleman selaku Dean of Faculty of Science, dan Prof. Muthama Muasya. (aan/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id