Mahasiswa MBKM PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Sosialisasikan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) kepada Kelompok Wanita Tani Desa Kauman

Mahasiswa MBKM PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Sosialisasikan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) kepada Kelompok Wanita Tani Desa Kauman
Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)

Kab. Tulungagung – Mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri yang sedang melaksanakan magang di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kauman mengadakan sosialisasi pembuatan POC dari limbah organik rumah tangga bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kauman, Kecamatan Kauman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk POC yang dapat digunakan untuk mendukung budidaya tanaman sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga.

Sosialisasi dilaksanakan melalui penyampaian materi dan demonstrasi pembuatan POC secara langsung. Materi yang diberikan meliputi jenis bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku POC, tahapan pembuatan POC, serta manfaat penggunaan pupuk organik bagi tanaman dan lingkungan. Anggota KWT juga memperoleh penjelasan mengenai pemanfaatan air lindi yang dihasilkan selama proses pengomposan sebagai pupuk organik cair.

Bacaan Lainnya

Antusiasme anggota KWT terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai proses pengomposan. Salah satu anggota KWT menanyakan media yang digunakan dalam pembuatan POC. “Tanahnya menggunakan tanah biasa atau campuran sekam?” tanyanya. Mahasiswa menjelaskan bahwa pembuatan POC dapat menggunakan tanah biasa maupun campuran tanah dan sekam. Penggunaan sekam dapat membantu menjaga porositas media, sedangkan tanah biasa tetap dapat digunakan dengan hasil yang baik.

ertanyaan lain disampaikan terkait lama proses pengomposan. “Waktu pengomposan berapa lama?” tanya salah seorang anggota KWT. Mahasiswa menjelaskan bahwa proses penguraian bahan organik hingga menjadi POC membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu dengan kondisi bahan dan kelembapan yang sesuai.

Pembahasan mengenai penggunaan aktivator juga menarik perhatian anggota KWT. “Apakah wajib memakai EM4?” tanya anggota KWT lainnya. Mahasiswa menjelaskan bahwa penggunaan EM4 tidak bersifat wajib. Penambahan EM4 dapat membantu mempercepat aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan bahan organik sehingga proses pembentukan POC berlangsung lebih cepat. Air lindi yang dihasilkan juga dapat diperoleh dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan proses pengomposan tanpa menggunakan EM4.

Diskusi berlangsung aktif hingga akhir kegiatan. Anggota KWT Desa Kauman menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan pembuatan POC pada lahan KWT yang selama ini dimanfaatkan untuk budidaya berbagai jenis tanaman. POC yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan sebagai pupuk organik sehingga mampu mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa MBKM PSDKU Universitas Brawijaya Kediri dalam mendukung pengelolaan limbah organik yang lebih berkelanjutan di tingkat masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi produk bermanfaat, serta SDG 15 tentang ekosistem daratan melalui peningkatan kualitas tanah dan keberlanjutan lahan pertanian. Pemanfaatan limbah organik menjadi POC diharapkan dapat menjadi praktik berkelanjutan yang diterapkan oleh anggota KWT Desa Kauman.

 

Penulis:

Asna Nurul Mufidah,Zahra Amalia Azizah – Mahasiswa MBKM PSDKU Universitas Brawijaya Kediri

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id