Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) terus melakukan terobosan dalam digitalisasi sektor perkebunan melalui pengembangan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI), Chat OPA. Dalam upaya menyempurnakan teknologi ini, PPKS menjalin kolaborasi strategis dengan melibatkan mahasiswa program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari PSDKU Universitas Brawijaya Kediri. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah optimalisasi aplikasi melalui pendekatan User Experience (UX) guna memastikan teknologi ini benar-benar menjawab kebutuhan para praktisi kelapa sawit di lapangan, petani kelapa sawit, akademisi, dan stake holder.
Mahasiswa MBKM dari Universitas Brawijaya Kediri memegang peranan penting sebagai jembatan antara teknologi AI yang kompleks dengan kebutuhan pengguna akhir (petani dan staf perkebunan atau peneliti). Dalam program ini, mahasiswa tidak hanya sekadar mengevaluasi secara rutin, tetapi juga terlibat aktif dalam mengembangkan aplikasi database belajar dan melakukan pengujian mendalam terhadap fungsionalitas Chat OPA. Mahasiswa melakukan evaluasi terhadap bagaimana Chat OPA merespons pertanyaan-pertanyaan teknis, seperti identifikasi hama Mahasena corbetii atau penyakit Ganoderma. Dengan latar belakang akademisi, mereka mampu memberikan sudut pandang kritis mengenai kemudahan navigasi aplikasi, kejelasan bahasa yang dihasilkan oleh AI, serta kecepatan akses melalui berbagai kanal, baik melalui website chat OPA maupun aplikasi resmi yang dapat diakses melalui playstore atau appstore.
Fokus pada User Experience (UX) menjadi kunci utama dalam keterlibatan mahasiswa MBKM. Mereka melakukan analisis terhadap alur komunikasi antara pengguna dan bot. Sebagai contoh, ketika seorang pengguna menanyakan tentang serangan ulat kantong, mahasiswa mengevaluasi apakah Chat OPA mampu memberikan ciri-ciri diagnostik yang akurat, seperti keberadaan kantong berukuran lebih dari 5 cm yang tersusun dari potongan daun, serta memberikan solusi penanganan yang praktis mulai dari metode biologis hingga kimiawi. Masukan dari mahasiswa MBKM membantu tim pengembang di PPKS untuk melakukan fine-tuning pada model AI agar lebih responsif dan memiliki empati digital dalam menjawab kendala petani. Mahasiswa membantu mengidentifikasi “titik buntu” dalam percakapan di mana AI mungkin gagal memahami konteks lokal, sehingga database pengetahuan dapat diperkaya dan diperbaiki secara berkelanjutan.
Keterlibatan mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri memberikan dampak nyata pada optimalisasi Chat OPA. Antarmuka aplikasi menjadi lebih ramah pengguna karena telah melewati serangkaian uji coba oleh generasi muda yang melek teknologi. Melalui program MBKM ini, PPKS tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas produk digitalnya, tetapi juga memberikan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa dalam mengoptimalkan aplikasi berbasis Artificial Intelligence. Sinergi ini membuktikan bahwa kolaborasi antara lembaga penelitian dan institusi pendidikan mampu mempercepat adopsi teknologi di industri kelapa sawit nasional. Dengan optimalisasi yang dilakukan, Chat OPA kini siap menjadi asisten virtual yang lebih andal, mudah diakses, dan memberikan solusi tepat guna bagi kemajuan perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Penulis:
- Sony Natasya Purba
- Onni Rumi Sarah Purba









