Mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Ikuti Praktik Pembuatan Asam Humat pada Sekolah Lapang PHT Cabai Bersama Petani Desa Menang

Mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Ikuti Praktik Pembuatan Asam Humat pada Sekolah Lapang PHT Cabai Bersama Petani Desa Menang

Kediri, 17 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya Kediri turut berpartisipasi dalam kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Cabai bersama Kelompok Tani Soko Makmur di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Kegiatan yang didampingi Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dari UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Jawa Timur dan penyuluh pertanian lapangan tersebut berfokus pada praktik pembuatan asam humat sebagai upaya meningkatkan kualitas tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan.

SL-PHT merupakan sarana pembelajaran bagi petani dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan tanaman secara terpadu, efektif, dan ramah lingkungan. Keterlibatan mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri dalam kegiatan ini menjadi salah satu implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pada pertemuan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pengertian, kandungan, dan manfaat asam humat bagi tanah dan tanaman. Asam humat diketahui mampu meningkatkan penyerapan unsur hara, memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah, serta mendukung aktivitas mikroorganisme yang berperan dalam proses penguraian bahan organik.

Setelah penyampaian materi, anggota Kelompok Tani Soko Makmur bersama mahasiswa, POPT, dan penyuluh pertanian lapangan melaksanakan praktik pembuatan asam humat secara langsung. Hasil praktik tersebut kemudian diaplikasikan pada lahan jagung sebagai bentuk penerapan teknologi yang dapat dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) wilayah BPP Pagu, Amanda, menyampaikan bahwa penggunaan asam humat dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjaga kesehatan tanah secara berkelanjutan. “Asam humat memiliki peran penting dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara dan memperbaiki kondisi tanah. Melalui kegiatan SL-PHT ini, kami berharap petani dapat memahami cara pembuatan dan pengaplikasiannya sehingga dapat diterapkan secara mandiri di lahan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Menang, Dedytha, mengatakan bahwa praktik pembuatan asam humat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dalam menjaga kesuburan tanah. “Pembuatan asam humat ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi petani dalam memperbaiki kesuburan tanah. Dengan praktik langsung dan aplikasi pada lahan, petani dapat melihat secara nyata bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan tersebut, PSDKU Universitas Brawijaya Kediri terus berkomitmen mendukung pengembangan sektor pertanian sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 15 (Life on Land) melalui upaya menjaga kesehatan dan kesuburan tanah secara berkelanjutan, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 

Identitas Penulis:
Sinta Wahyu Salsabila & Najwa Yusniar
(Mahasiswa Prodi Agribisnis, Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan, Universitas Brawijaya PSDKU Kediri)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id