Malang, SERU.co.id – Anggota DPR-RI sekaligus Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto menjadi sorotan terkait keterlibatannya dalam apel akbar dukungan MBG di Balaikota Malang. Ia menegaskan, aksi ini bukanlah aksi tandingan dan murni berasal dari aspirasi masyarakat.
Moreno mengungkapkan, dirinya hadir dalam kegiatan tersebut, karena mendapat undangan dari berbagai elemen masyarakat di Malang Raya. Masyarakat ingin menyuarakan manfaat program pemerintah, khususnya MBG yang dinilai telah memberikan dampak positif terhadap sektor ekomomi.
“Ini bukan aksi tandingan. Ini murni organik dari masyarakat Malang Raya. Mereka datang, karena merasa program ini membawa manfaat,” seru Moreno, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, kritik dan evaluasi terhadap program pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengingatkan, supaya kritik tidak berubah menjadi ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Kita terbuka terhadap evaluasi. Kalau memang ada kekurangan dalam pelaksanaan program, tentu harus diperbaiki. Tapi jangan sampai kritik berubah menjadi kebencian yang memecah belah bangsa,” ungkapnya.
Moreno juga menanggapi pernyataan Ketua DPRD Kota Malang yang sempat mengusulkan penghentian program MBG. Ia menilai pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi, tidak mewakili lembaga dan seluruh masyarakat.
Di sisi lain, ia mengaku banyak menerima aspirasi dari petani, peternak, hingga orang tua siswa yang terbantu dengan program MBG. Menurutnya, adanya makan gratis di sekolah membuat sebagian orang tua dapat menghemat uang saku anak untuk kebutuhan lain.
“Banyak wali murid yang merasa terbantu. Uang saku yang biasanya dipakai untuk makan bisa ditabung dan digunakan untuk membeli kebutuhan sekolah seperti sepatu atau perlengkapan lainnya,” jelas mantan pembalap nasional itu.
Moreno menuturkan, program MBG masih menjadi kebutuhan penting bagi pelajar, khususnya di tingkat sekolah dasar. Ia mengajak seluruh pihak untuk melihat langsung manfaat program pemerintah di lapangan sebelum memberikan penilaian.
“Semua niatnya baik. Pemerintah ingin meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. Kalau ada yang perlu dievaluasi, mari kita evaluasi bersama, bukan dengan saling menghujat,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat, mahasiswa dan berbagai kelompok untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Menurutnya, suasana kondusif yang selama ini terjaga di Malang Raya harus terus dipertahankan.
“Kita harus saling menjaga. Jangan sampai terprovokasi dan saling mengadu domba. Mari kita bangun negeri ini dengan energi yang positif,” tandasnya. (bas/ono)









