Kepala BPS Kota Malang Sampaikan Pesan Mendalam pada Mahasiswa FSTeM UB

Kepala BPS Kota Malang Sampaikan Pesan Mendalam pada Mahasiswa FSTeM UB
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin MSi. (rhd)

Malang, SERU.co.id – Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin MSi sampaikan pesan mendalam kepada mahasiswa Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB). Dengan tetap fokus menyelesaikan kuliah dan memilih pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, tanpa harus linier dengan jurusan yang dipilih.

Alumni jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) (sebelum menjadi FSTem, red) angkatan ketiga pada tahun 1989 ini menyampaikan, beberapa pesan. Di antaranya, agar mahasiswa tetap semangat dan tak pernah ragu atas pilihannya di FMIPA atau FSTeM UB.

“Jangan pernah ragu dan menyesal memilih jurusan di FSTeM, karena kalian bisa memilih pekerjaan apapun di luar sana, tanpa harus linier. Semua pencapaian saat ini melalui proses panjang, karena semuanya berproses, maka nikmati prosesnya,” seru Umar, sapaan akrabnya, dalam NGOPI SAM (Ngobrol dan Ngopi Santai bersama Media), di Ruang Talent Gedung MP lantai 1, Jumat (19/6/2026) sore.

Diakuinya, dirinya pernah menganggur hampir 3 tahun setelah lulus kuliah. Selanjutnya, dirinya mendapatkan beragam pekerjaan baik linier maupun tidak linier dengan jurusan yang dipilih. Toh, pada akhirnya semua proses mengantarkannya menduduki posisi bergengsi saat ini, Kepala BPS Kota Malang.

“Saya baru masuk dan mulai berkarir di BPS pada tahun 1998,” ungkap mantan Ketua Tim Statistik Harga BPS Jatim ini.

Dalam kesempatan itu, Umar membuka kesempatan bagi mahasiswa FSTeM UB. Jika membutuhkan data BPS, dipersilahkan datang ke kantor. Pasalnya, hampir semua data ada di BPS.

“Jika ingin melakukan survei, bisa konsultasi dengan BPS apa saja dan bagaimana melaksanakan survei. Di sisi lain, BPS juga membutuhkan SDM mahasiswa untuk melaksanakan survei maupun sensus,” ucapnya.

Mengenal BPS

Disebutkan Umar, data BPS sebagai fondasi analisis statistik untuk dunia akademik dan dunia kerja. Dengan memanfaatkan data resmi untuk penelitian, analisis, dan pengambilan keputusan.

“Contohnya, setiap tanggal 1 tiap awal bulan, kami menyampaikan data inflasi pada bulan sebelumnya. Data tersebut kemudian dijadikan oleh Pemkot Malang bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sebagai dasar pengambilan keputusan/kebijakan strategis yang akan dilakukan,” jelas Umar.

Disebutkannya, BPS menghasilkan berbagai kelompok data utama yang mencakup seluruh dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti: Kependudukan, Ketenagakerjaan, Kemiskinan, Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Pertanian, Industri, Perdagangan, dan lainnya.

“Hasilnya dijadikan indikator utama, seperti Tingkat Pengangguran Terbuka, Persentase Penduduk Miskin, Indeks Harga Konsumen (IHK), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan lainnya,” terangnya.

Menurutnya, data berkualitas diperoleh melalui metode statistik yang terstandar dan dapat dipertanggungjawabkan. Yakni Sensus, Survei dan Data Administrasi.

“Ketiga metode ini saling melengkapi untuk menghasilkan statistik resmi yang komprehensif dan akurat,” imbuhnya.

Hasilnya, seperti:
• Sensus Penduduk
Dilaksanakan setiap 10 tahun untuk memotret seluruh penduduk Indonesia.
• Susenas
Survei Sosial Ekonomi Nasional — data kesejahteraan rumah tangga.
• Sakernas
Survei Angkatan Kerja Nasional — data ketenagakerjaan terkini.
(rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id