Malang, SERU.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berupaya mengoptimalkan operasional bank sampah di Kota Malang. Hal itu dilakukan untuk menekan volume limbah yang masuk TPA di tengah kekurangan armada pengangkut sampah.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Drs Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang MAP mengungkapkan, terdapat sekitar 320 unit bank sampah yang aktif. Pihaknya akan mengoptimalkan bank sampah yang aktif dan nonaktif untuk mengatasi persoalan sampah.
“Kami berharap bank sampah di tingkat RT/RW dapat berjalan terus. Ini mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), khususnya di TPA Supit Urang,” seru Raymond, Sabtu (25/4/2026) kemarin.
Dengan optimalisasi bank sampah, diharapkan beban pengangkutan sampah di TPS berkurang. Dengan demikian, penumpukan sampah di TPA juga dapat ditekan secara signifikan, sehingga masa aktif TPA lebih panjang.
“Kami berencana mengaktifkan lagi bank sampah. Sistem ini memungkinkan sampah organik bisa dikomposkan dan sampah anorganik dimasukkan ke bank sampah yang ada di masyarakat,” ungkapnya.
Raymond mengatakan, sistem tersebut sangat efektif untuk memberikan nilai ekonomis dari hasil pengolahan sampah. Salah satu langkah yang telah dilakukan dan akan digalakkan, yakni pelatihan pengelolaan sampah bagi masyarakat.
Diakuinya, penguatan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat sekaligus menjawab tantangan kebutuhan armada pengangkut sampah. Di Kota Malang, beberapa armada tersebut memang sudah tua dan memasuki masa pergantian.
“Dari total 78 TPS di Kota Malang, idealnya setiap TPS dilayani satu armada. Namun saat ini DLH hanya memiliki 49 unit kendaraan,” jelasnya.
Untuk menghadapi persoalan tersebut, DLH Kota Malang mengatur skema pengambilan sampah di tiap TPS. Dari yang normalnya satu TPS dilayani dua kali pengangkutan, kini bisa sampai tiga hingga empat kali pengangkutan sampah.
“Untuk penambahan armada pengangkut sampah, tahun ini DLH menambah satu unit armada baru jenis arm roll. Pengadaannya dari APBD untuk mendukung operasional pengangkutan sampah,” tandasnya. (bas/ono)









