Malang, SERU.co.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) melakukan kesiapan menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan momen libur lebaran 2026. Mereka akan melakukan pengaturan lalu lintas dan penertiban pengunjung, terutama di pintu masuk Cemoro Lawang, Kecamatan Pasuruan untuk menjaga kelancaran dan keamanan kunjungan wisata.
Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha menuturkan, seperti ketentuan yang telah diterapkan petugas akan melakukan pemeriksaan tiket masuk di pertigaan Cemoro Lawang menuju Seruni Point.
“Bagi kendaraan yang belum melakukan booking online akan diarahkan ke jalur Seruni Point. Sementara bagi yang sudah melakukan booking tetapi jumlah tiket tidak sesuai dengan jumlah peserta akan diarahkan ke jalur Mentigen untuk penyesuaian,” seru Rudijanta, Kamis (19/3/2026).
Rudijanta menuturkan, untuk pengunjung yang sudah melakukan booking dengan jumlah tiket sesuai. Kemudian akan dipersilakan langsung menuju kawasan TNBTS dengan melalui proses pemindaian barcode tiket di pintu masuk resmi TNBTS di Cemorolawang.
Rudijanta menambahkan, guna mengantisipasi dalam menjaga ketertiban di pintu masuk dan di titik-titik rawan kemacetan. Kegiatan tersebut juga akan melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa dari kecamatan serta desa penyangga. Serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) binaan TNBTS.
“Pengaturan ini dilakukan demi menjaga ketertiban, memperlancar arus kunjungan. Serta memastikan seluruh wisatawan dapat menikmati liburan Lebaran dengan aman, tertib dan nyaman di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ungkapnya.
Dirinya mengatakan, untuk seluruh pengunjung dihimbau untuk datang lebih awal sesuai jadwal booking. Serta mematuhi aturan antrean di pintu masuk, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Pastikan setiap anggota rombongan sudah terdaftar secara online sebelum tiba di pintu masuk, agar tidak terjadi antrean panjang. Tiket masuk hanya dapat dibeli melalui website resmi bromotenggersemeru.id sesuai dengan kuota yang tersedia. Untuk anak-anak berusia di atas 5 tahun sudah diwajibkan memiliki tiket masuk,” kata Rudijanta
Selanjutnya, demi keselamatan bersama, para pengunjung diminta untuk menghindari lokasi rawan bencana. Khususnya di sekitar alat pemantauan PVMBG di kawasan Kaldera Bromo, terutama area yang sering disebut Planet Bromo.
Selain itu, BB TNBTS mengajak seluruh pengunjung dan pelaku jasa wisata untuk menjaga kebersihan kawasan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Serta mendukung gerakan zero waste di dalam kawasan konservasi.
“Pengunjung diharapkan membawa kembali sampah masing-masing dan memanfaatkan fasilitas tempat sampah yang tersedia. Selain itu pengunjung diharapkan menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan mengenakan jaket tebal atau pakaian hangat, sarung tangan dan kupluk. Guna menghadapi cuaca gunung yang tidak menentu,” terangnya.
“Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Mengingat jalur menuju lokasi wisata memiliki banyak tanjakan tajam dan turunan curam. Selain itu diharapkan pengunjung agar senantiasa berperilaku baik dan menghormati adat dan budaya masyarakat setempat selama berada di kawasan TNBTS,” imbuh Rudijanta. (Wul/ono)









