Boyolali, SERU.co.id – Umbul Ngabean adalah kolam pemandian air alami bernilai sejarah tinggi yang terletak di dalam kawasan wisata Umbul Pengging, tepatnya di Dusun Umbulsari, Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Dahulu tempat ini menjadi tempat favorit Raja Pakubuwana X dari Keraton Kasunanan Surakarta, dan saat ini telah dibuka untuk dikunjungi oleh seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu pengunjung bernama Nindi mengaku baru pertama kali berkunjung ke lokasi bersejarah ini.
“Tempatnya adem, airnya jernih dan ada khusus kolam renang untuk anak jadi aman,” seru Nindi saat memberikan keterangan.
Nama “Ngabean” berasal dari sebutan jabatan abdi dalem keraton, yaitu Ngabehi. Selain digunakan oleh Raja, dulunya tempat ini juga dimanfaatkan oleh para abdi dalem berpangkat tersebut untuk membersihkan diri.
Pada masa itu, kawasan dijaga secara ketat oleh petugas yang diutus langsung, dan aksesnya sangat terbatas; hanya Raja, keluarga keraton, serta kalangan bangsawan yang diperbolehkan masuk. Bangunannya dibangun dengan gaya arsitektur khas keraton, tampak megah dengan lantai yang terbuat dari batuan kali alami.
Secara fisik, kolam utama berbentuk lingkaran sempurna dengan diameter sekitar 26 meter dan kedalaman seragam mencapai 150 sentimeter, sehingga dikhususkan untuk pengunjung dewasa. Airnya sangat jernih dan segar, keluar langsung dari mata air alami di dasar kolam tanpa campuran bahan kimia. Suasananya terasa sangat teduh karena dikelilingi pepohonan rindang, termasuk sebatang pohon beringin tua yang berdiri kokoh di sisi kolam.
Umbul Ngabean merupakan bagian dari satu kesatuan kompleks Pesanggrahan Ngeksi Purna, yang juga meliputi Umbul Penganten dan Umbul Duda. Di masa lampau, tempat ini kerap digunakan untuk melaksanakan berbagai ritual dan kegiatan adat keraton. Hingga saat ini, tradisi masih terus dilestarikan oleh masyarakat setempat. Sebagian warga rutin melakukan kegiatan kungkum atau berendam setiap malam Jumat Pahing, menjelang hajat besar, atau proses pemilihan jabatan, yang dipercaya dapat mendatangkan keberkahan.
Menjelang Bulan Suci Ramadan, lokasi ini juga menjadi pusat keramaian untuk melaksanakan tradisi padusan sebagai wujud persiapan menyambut ibadah puasa.
Sebagai tempat peristirahatan khusus, Umbul Ngabean sering dikunjungi oleh Raja Pakubuwana X beserta permaisuri dan keluarga terdekatnya saat berkunjung ke wilayah Pengging. Mereka datang untuk menikmati kesegaran air alami, dan selama berada di kawasan tersebut, tidak ada orang luar yang diizinkan memasuki area pemandian.
Kini, tempat ini telah berubah fungsi menjadi objek wisata yang terbuka untuk umum. Tersedia dua kolam utama kolam alami untuk orang dewasa, serta kolam buatan yang lebih dangkal dan aman bagi anak-anak. Berbagai fasilitas penunjang juga disediakan, antara lain gazebo, tempat duduk, penyewaan pelampung, ruang ganti, dan area warung makan. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada siang hari saat cuaca cerah agar merasakan kesegaran air secara maksimal, atau pada hari kerja jika menginginkan suasana yang lebih tenang dan sepi.
Selain menjadi tempat rekreasi keluarga, Umbul Ngabean juga berperan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal dan mempelajari jejak sejarah serta nilai budaya peninggalan Keraton Surakarta. (gts/mzm)









