Wabup Malang Apresiasi Warga Wonosari Rawat dan Lestarikan Warisan Budaya Gunung Kawi

Wabup Malang Apresiasi Warga Wonosari Rawat dan Lestarikan Warisan Budaya Gunung Kawi
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib dalam gelaran wayang kulit salah satu gelaran kegiatan 12 Suro Pesarean Gunung Kawi dan memperingatkan Haul Eyang Djoego ke-155 serta eyang R. M Imam soedjono ke-148. (ist)

Malang, SERU.co.id – Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib mengaku bangga dan mengapresiasi terhadap warga Wonosari yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi di tengah modernisasi zaman. Rangkaian kegiatan 12 Suro Pesarean Gunung Kawi dan Haul Eyang Djoego ke-155 serta Eyang R. M Imam Soedjono ke-148, menjadi bukti nyata mereka terus merawat tradisi tersebut hingga kini.

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib mengatakan, dirinya sangat bangga dengan antusias masyarakat dalam menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan
tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi daya tarik sendiri untuk menggaet wisatawan yang berkunjung ke wisata Gunung Kawi ini.

Bacaan Lainnya

“Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Gunung Kawi telah memberikan teladan. Bahwa kemajuan zaman tidak harus menghilangkan akar budaya dan nilai-nilai kearifan lokal,” seru Lathifah, saat dikonfirmasi.

Dirinya membeberkan, haul ini juga mengajarkan kepada semua pihak terkait pentingnya menghormati jejak para pendahulu. Dimana menurutnya, sebuah bangsa yang besar bukanlah bangsa yang hanya membangun masa depan. Namun tetapi juga bangsa yang tidak melupakan akar sejarahnya.

Politikus fraksi PKB tersebut menjelaskan, saat ini di tengah dunia yang semakin cepat, dirinya berharap jangan sampai semua pihak kehilangan waktu untuk menengok ke dalam diri sendiri.

Dikatakan Lathifah, tradisi di Gunung Kawi memberikan pelajaran yang sangat relevan bagi kehidupan masa kini. Dengan ini dirinyanya berharap tradisi ini bisa terus dirawat dan mewariskan oleh masyarakat dan segenap pihak. Selain menjadi kekayaan tradisi, langkah ini juga dinilai menjadi upaya penting dalam mengembangkan potensi yang ada sebagai sarana wisata.

“Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Gunung Kawi telah memberikan teladan bahwa kemajuan zaman tidak harus menghilangkan akar budaya dan nilai-nilai kearifan lokal,” kata Lathifah. (wul/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id