Airbus Recall 6.000 Pesawat A320, Penerbangan Global Alami Gangguan Besar

Airbus Recall 6.000 Pesawat A320, Penerbangan Global Alami Gangguan Besar
Airbus Recall 6.000 Pesawat A320. (ist)

Jakarta, SERU.co.id – Industri penerbangan global terguncang setelah Airbus memerintahkan recall terhadap 6.000 pesawat A320. Instruksi darurat dari EASA ini memaksa ribuan armada di berbagai negara berhenti beroperasi sementara untuk menjalani perbaikan perangkat lunak. Gangguan besar pada jadwal penerbangan tak terhindarkan, termasuk di Indonesia yang berpotensi mengandangkan 38 pesawat A320.

Dilansir dari The Guardian, lebih dari separuh dari total 11.300 armada A320 yang aktif terimbas keputusan ini, recall terbesar dalam 55 tahun perjalanan Airbus. Pesawat A320 yang menjadi tulang punggung maskapai internasional terpaksa dikandangkan sementara untuk menjalani prosedur perbaikan.

Bacaan Lainnya

American Airlines, operator A320 terbesar di dunia, menyatakan, sekitar 340 dari 480 pesawatnya membutuhkan pembaruan. Perusahaan tersebut menargetkan seluruh perbaikan tuntas dalam satu hari. Dengan durasi pengerjaan sekitar dua jam per pesawat.

Delta Airlines memperkirakan kurang dari 50 pesawat A321neo-nya terdampak. Sementara United Airlines menyebut enam armadanya harus menjalani pembaruan perangkat lunak.

Di Asia, All Nippon Airways (ANA) membatalkan 65 penerbangan domestik pada Sabtu dan memperingatkan adanya pembatalan tambahan pada Minggu. Jetstar di Australia juga melakukan pembatalan sejumlah penerbangan domestik akibat penarikan ini.

Maskapai lain seperti Lufthansa, IndiGo, easyJet dan Avianca turut menghentikan sementara operasional armada A320 untuk mengikuti instruksi regulator. Avianca bahkan menutup penjualan tiket hingga 8 Desember karena lebih dari 70 persen armadanya terdampak.

Airbus menjelaskan, sekitar 5.100 pesawat dapat diperbaiki dengan pembaruan perangkat lunak sederhana yang memakan waktu sekitar tiga jam. Namun 900 pesawat versi lama harus menjalani tindakan lebih kompleks, yaitu penggantian komputer penerbangan secara fisik. Pesawat tersebut tidak boleh membawa penumpang sebelum seluruh proses selesai.

Lamanya waktu perbaikan sangat bergantung pada ketersediaan unit komputer pengganti. Diperkirakan akan memperpanjang periode gangguan operasional pada sejumlah maskapai.

Keputusan ini muncul beberapa minggu setelah A320 menyalip Boeing 737 sebagai pesawat paling banyak dikirimkan di dunia. Dengan lebih dari 3.000 unit A320 sedang mengudara saat instruksi tersebut keluar. Dampak recall langsung terasa di berbagai bandara internasional.

Airbus mengakui langkah ini akan memicu gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan. Pihaknya menyampaikan permintaan maaf.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan, Indonesia berpotensi merasakan dampak langsung dari penarikan pesawat Airbus A320 mulai Sabtu (30/11/2025) pukul 06.59 WIB. Sedikitnya ada 38 unit pesawat A320 yang dioperasikan sejumlah maskapai nasional. Meliputi Batik Air, Super Air Jet (SAJ), Citilink, Indonesia AirAsia, Pelita Air dan TransNusa.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan pada jadwal penerbangan dan pelayanan penumpang. Proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu 3-5 hari untuk pembaruan perangkat lunak (software downgrade). Sementara pesawat yang memerlukan penggantian perangkat keras (hardware) harus menunggu ketersediaan suku cadang mengingat permintaan terjadi secara global. (aan/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim