Bondowoso Boyong Dua Penghargaan di Kovablik Jatim 2019

DUA PENGHARGAAN: Bupati Bondowoso Salwa Arifin dengan Farida Kepala Bappeda, Murni Kabid PAUD-PNF Disdiikbud, dan Jumadi Kepala SMPN 7 usai penghargaan Kovablik dan Evaluasi SAKIP OPD Jatim 2019. (foto: humas bondowowo for ido)

Bondowoso,SERU-  Penghargaan demi penghargaan di bidang pelayanan publik kembali diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Setelah November lalu menerima penghargaan Ombudsman Award 2019 Predikat Kepatuhan Tinggi Pelayanan Publik dari Ombudsman RI dan Kabupaten Kota Shat (KKS) 2019 dari Kemendagri dan Kemenkes RI, kali ini Bondowoso memboyong dua penghargaan sekaligus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Dua penghargaan tersebut diboyong Kota Tape – sebutan Bondowoso- dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) dan Evaluasi SAKIP OPD (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan Organisasi Perangkat Daerah) Jatim 2019. Yakni, penghargaan Top 45 Inovasi Jatim Gema Saji dan Top 25 Agen Lingkungan Zaman Now SMPN 7 Bondowoso. Dua penghargaan,ini diserahkan  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati KH.Salwa Arifin di Hotel Bumi Surabaya, Selasa lalu (3/12/2019).

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso H.Syaifullah mewakili Bupati Salwa menyampaikan rasa asyukur dan bangga atas dua penghargaan sekaligus yang diboyong Bondowoso dalam Kompetisi Kovablik Jatim dan Evaluasi SAKIP OPD  Jatim 2019. ”Semoga penghargaan di bidang pelayanan publik, ini semakin memotivasi untuk membawa Bondowoso Melesat sebagaimana visi dan misi yang dicanangkan Pemkab Bondowoso ke depan,” katanya.

H.Harimas, Kadisdikbud Bondowoso saat mendampingi juri Kovablik dan Evaluasi SAKIP OPD 2019 Pemprov Jatim beberapa waktu lalu. (foto humas bondowoso for ido).

Untuk penghargaan Top 25 Agen Lingkungan Zaman Now Jatim 2019, Sekda Syaifullah menerangkan, diterima Bondowoso atas inovasi gerakan peduli sampah yang dilakukan SMPN 7. Yakni, gerakan lima menit memungut sampah sebelum dan sesudah pelajaran. ”Pemkab Bondowoso berharap gerakan sederhana yang dilakukan SMPN 7 Bondowoso, ini bisa menular ke warga Bondowoso. Sehingga, bisa memberikan dampak luar biasa untuk Bondowoso bersih dan sehat,” terang Sekda Bondowoso pertama kelahiran Bondowoso ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bondowoso, H. Harimas memberikan apresiasi positif terhadap inovasi gerakan sederhana yang menanamkan nilai-nilai kebersihan dan kesehatan yang dilakukan SMPN 7 setempat. ”Saat penilaian dari tim Pemprov Jatim, saya turun mendampingi. Jelas saya mengapresiasi terhadap inovasi pelayanan publik dengan memungut sampah yang dilakukan SMPN 7 Bondowosoini,” katanya.

Sedangkan, Kepala SMPN 7 Bondowoso, Jumadi  menjelaskan, gerakan yang mendapatkan penghargaan, ini bernafaskan Adhiwiyata dan digerakkan oleh agen lingkungan zaman now kepada semua warga sekolah. Meliputi, gerakan Lisa (Lihat Sampah Ambil), Imut (Lima Menit Memungut), dan Melampah (Memisah Sampah). ”Gerakan  Imut adalah lima menit sebelum dan setelah pembelajaran, guru mengajak siswa melihat sekitar, apakah ada sampah. Melampah adalah memisah sampah organik dan anorganik. Kemudian sampah anorganik diolah menjadi karya dan dan sampah organik menjadi kompos,” jelasnya. (ido)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *