Dirut PDAM Masih Belum Mampu Perbaiki Layanan

Malang, SERU – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang di seputaran Jalan MT Haryono Dinoyo Kota Malang masih belum mendapatkan pelayanan yang baik. Terbukti, air dari aliran PDAM masih sering mampet aliat tidak mengalir.  
“Memang sering mampet air dari PDAM Kota Malang. Terkadang siang tidak mengalir kemudian malam hari baru mengalir, itupun sangat kecil. Dalam seminggu terakhir kejadian itu makin kerap terjadi,” kata Nova pelanggan PDAM di kawasan Jalan MT Haryono Malang ini, kemarin.


Ia lanjutkan, padahal pembayaran yang dilakukan itu selalu tepat waktu dan kalau terlambat bayar pasti kena denda. “Saya berharap ini, kedepan tidak terjadi lagi. Apalagi setahu saya direkturnya baru,” tukas dia.


Hal senada juga diungkapkan beberapa pelanggan yang lain. Salah satunya, Ana. Ia mengaku karena sering air dari PDAM tidak mengalir, harus menyediakan air galon untuk kebutuhan rumah tangga.


“Pastinya kalau memakai air galon ada pengeluaran lebih besar. Mestinya kondisi ini janganlah terlalu sering, kan memberatkan masyarakat. PDAM itu harusnya lebih berpikir ke sosial masyarakat daripada mengejar keuntungan belaka,” terangnya.


Sayangnya, M. Nor Muhlas, S.Pd, M.Si  Direktur Utama PDAM Kota Malang yang tak lama lagi berganti nama PERUMDA Tugu Tirta ketika dikonfirmasi tidak aktif handphonenya. Hanya ada nada pengalihan ketika handphone dikontak.


Kondisi tersebut bersebrangan dengan pernyataan Walikota Malang Sutiaji beberapa waktu lalu. Sutiaji, pada saat ‘Gathering Session with Mayor of Malang’ bersama direksi dan seluruh karyawan PDAM menyatakan peningkatan kinerja dalam membuat inovasi untuk mencapai target juga harus dibenahi.


“Baik buruknya layanan kepada publiK dapat mencerminkan baik buruknya SDM yang ada dan masih lemahnya reformasi birokrasi, maka perlu adanya perubahan budaya kerja yang berkualitas, loyal dan berkontribusi aktif terhadap perusahaan,” kata Sutiaji kala itu. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *