Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo, 1600 Unit di Kabupaten Malang Telah Selesai

Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo, 1600 Unit di Kabupaten Malang Telah Selesai
Peninjauan salah satu rumah penerima manfaat oleh PLT Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). (Wul)

Malang, SERU.co.id – Kabupaten Malang sudah menyelesaikan 1600 unit rumah backlog kepemilikan dan fasilitas dari program 3 Juta Rumah Merah Putih Prabowo Subianto. Dalam program tersebut ditujukan untuk menyediakan rumah melalui pembangunan rumah baru, renovasi rumah tidak layak huni serta penyediaan hunian vertikal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

PLT Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Rini Dyah Mawarty menjelaskan, ini merupakan salah satu program prioritas Presiden RI dalam upaya mensejahterakan masyarakatnya. Khususnya untuk memiliki hunian yang layak huni dengan menggandeng CSR.

Bacaan Lainnya

“Supaya masyarakat mendapatkan rumah yang layak huni melalui CSR, jadi dibangunkanlah rumah supaya masyarakat mendapatkan rumah yang layak huni. Bisa dapat bekerja dengan baik untuk eh meningkatkan taraf hidupnya,” seru Rini saat dikonfirmasi dalam peninjauan salah satu rumah yang telah direnovasi di Dusun Loandeng Kidul, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Rini membeberkan, program ini memiliki keterkaitan backlog kepemilikan, atau keluarga yang belum memiliki rumah sendiri. Serta backlog kualitas, atau keluarga yang sudah memiliki rumah, namun huniannya tidak memenuhi standar kelayakan fisik.

Beberapa kriteria penerima bantuan program tersebut adalah, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), berusia minimal 21 tahun. Kemudian berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), belum pernah memiliki rumah, dan gaji sesuai ketentuan subsidi 1-5.

“Mata pencaharian juga. Berarti kan eh masuk desil 1 dan desil 4 di data BPS ya, seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu, penerima manfaat program 3 Juta Rumah Prabowo , Jamiah mengaku, dirinya tidak menyangka jika mendapatkan bantuan tersebut. Awalnya ada beberapa orang yang meminta izin kepadanya untuk mengambil foto kondisi kediamannya itu.

“Rumah saya difoto-foto, waktu itu saya tidak tahu kalau dapat bantuan seperti ini. Saya juga sempat takut karena yang datang banyak, pakai mobil-mobil, kendaraan sepeda motor itu banyak,” kata Jamiah.

Dirinya mengaku, sebelum direnovasi rumahnya menggunakan genteng dari seng, terus lantainya masih belum dikeramik juga.

“Semua diperbaiki. Bangunan sebelumnya dirubuhkan semua,” jelasnya.

Diketahui, Jamiah bekerja sebagai sebagai petani dan buruh mencari rumput sedangkan suaminya merupakan kuli batu, anaknya juga kuli batu.(Wul/ono)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id