Jombang – Dinas Pertanian Kabupaten Jombang terus memperkuat kemandirian pangan masyarakat melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dilaksanakan di sejumlah wilayah, salah satunya Kecamatan Wonosalam. Kelompok Tani (Poktan) Pucangrejo yang berada di kecamatan tersebut berhasil menciptakan sebuah inovasi olahan pangan berupa jus sawi pakcoy dengan cita rasa menyerupai jus alpukat, sebuah terobosan yang mengubah sayuran hijau menjadi minuman kesehatan bernilai jual tinggi.
Program P2L di Wonosalam dilaksanakan secara intensif pada minggu pertama setiap bulan selama periode tiga bulan, terhitung sejak April hingga Juni 2026. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wonosalam yang melakukan pendampingan teknis, serta keterlibatan aktif anggota Poktan Pucangrejo sebagai pelaksana di lapangan.
Keunikan inovasi jus pakcoy ini tidak lepas dari peran Didik Sulistiyono, warga berusia 64 tahun yang bertindak sebagai narasumber sekaligus praktisi pengolahan pangan. Ia memperkenalkan metode pengolahan sawi pakcoy kepada anggota Poktan Pucangrejo sehingga sayuran yang biasanya hanya diolah menjadi masakan kini dapat dinikmati sebagai minuman segar yang disukai berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Pendampingan dilakukan secara langsung bersama PPL Wonosalam agar warga dapat memahami dan mempraktikkan teknik pengolahan tersebut dengan baik.
Proses pembuatan jus pakcoy rasa alpukat ini memerlukan ketelitian dalam pemilihan bahan. Hanya bagian daun hijau pakcoy yang digunakan, sementara bagian batang dipisahkan agar tekstur jus tetap halus dan tidak menimbulkan rasa pahit atau langu. Sebagai penambah tekstur, digunakan tape singkong yang memberikan kekentalan menyerupai daging buah alpukat sekaligus aroma fermentasi yang khas. Gula pasir dan susu kental manis kemudian ditambahkan sebagai penyeimbang rasa, sebelum jus disajikan dingin dengan campuran air dan es batu.
Melalui program P2L ini, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang bersama PPL Wonosalam berharap masyarakat tidak hanya menanam sayuran untuk kebutuhan konsumsi sendiri, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan kemasan yang menarik, jus pakcoy rasa alpukat ini dinilai berpotensi berkembang menjadi produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khas Wonosalam yang menyehatkan sekaligus mendatangkan pendapatan tambahan bagi keluarga tani.
Rangkaian kegiatan P2L di Wonosalam turut diikuti oleh mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Brawijaya yang tengah menjalani program magang di Dinas Pertanian Kabupaten Jombang. Mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pendampingan proses pengolahan jus pakcoy bersama Poktan Pucangrejo hingga dokumentasi jalannya kegiatan di lapangan. Keterlibatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami penerapan program ketahanan pangan berbasis pekarangan serta proses hilirisasi hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomis.
Inovasi ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa program P2L mampu mendorong warga untuk berpikir kreatif dalam mengolah hasil pekarangan. Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok tani di tingkat desa. Kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, praktisi lokal, dan kelompok tani seperti yang terjadi di Poktan Pucangrejo diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Jombang untuk terus mengembangkan potensi pangan lokal melalui inovasi pengolahan yang sederhana namun bernilai ekonomis.
PENULIS: SELLA RAGIL APRILLIA









