Malang, SERU.co.id – PERAHU (Persaudaraan Alumni Haji Ulil Abshar) sambut 62 jemaah haji 2026 SUB-12 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Ulil Abshar. Sebagai wujud ukhuwah (persaudaraan), merawat kemabruran haji dan silahturahmi antar angkatan.
Ketua KBIHU Ulil Abshar, Drs H Wakidi mengatakan, pertemuan ini menjadi tradisi dalam menyambut jemaah haji 2026 yang baru datang, serta pengajian umum lintas angkatan. Sekaligus salah satu upaya menjaga kemabruran haji dan silahturahmi antar angkatan. Dikemas dalam Pengajian dan Penyambutan Jamaah Haji KBIHU Ulil Abshar bertemakan ‘Meneguhkan Ukhuwah, Merawat Kemabruran Haji Menuju Pribadi yang Lebih Bertakwa’.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing, anggota PERAHU lintas angkatan dan undangan, serta jemaah haji 2026 yang hadir dan diterima menjadi anggota baru Perahu. Mari kita bersama-sama menguatkan Sunnah Rasulullah dan perintah Allah SWT dengan naik PERAHU berlayar menuju surga,” seru Abah Wakidi, sapaan akrabnya, di Dome Theater UMM, Ahad (28/6/2026).
Daftar Isi
Kontribusi Antar Angkatan dalam Perahu
Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM ini menambahkan, secara berjenjang panitia yang bertugas merupakan alumni haji tahun sebelumnya yakni jemaah haji 2025. Selanjutnya, jemaah haji 2026 nanti akan bertugas membekali calon jemaah haji 2027 hingga penyambutan jemaah haji 2027 yang datang.

“Terima kasih kepada Pak Karom sekaligus Ketua Panitia, Bapak Harianto dan jajarannya jemaah haji Ulil Abshar 2025. Dalam pelaksanaannya, tentunya akan dibantu oleh para alumni lintas angkatan lainnya. Intinya, kita bersama-sama mencari pahala, menjaga kemabruran haji dan berlayar menuju surga,” imbuh Wakidi, didampingi Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh (LPHU) PDM Kabupaten Malang, Suwarno.
Sebagai informasi, jika dijumlahkan sejak tahun 2014-2026, total anggota PERAHU sekitar 451 anggota dari lintas angkatan. Harapannya, setiap Karom dapat membina dan mendorong anggotanya untuk tetap aktif dalam silaturahim secara berkala 2-3 bulanan.
“Dalam silaturahim tersebut akan tercetus untuk sama-sama berkarya dan mengajak berbuat kebaikan, sebagaimana tuntunan Rasulullah. Sekaligus evaluasi dari berbagai pihak, baik KBIHU, kloter, hingga jemaah haji, apa saja saran, masukan, dan kritikan untuk perbaikan mendatang,” tandasnya.
Dukungan Perahu untuk Kesiapan Calon Jemaah Hingga Pelaksanaan Haji
Senada, Ketua PERAHU, H Mulyani menyampaikan, keterkaitan anggota PERAHU sangat mendukung atas kesuksesan terselenggaranya ibadah yang dijalani oleh jemaah haji saat ini. Tak hanya secara materi, namun secara psikologis maupun inmaterial.
“Rompi yang dipakai oleh jemaah haji 2026 merupakan inisiasi dan dihadiahkan oleh angkatan sebelumnya 2025. Dilanjutkan penyambutan jemaah haji 2026 dan dinyatakan masuk PERAHU. Tradisi tersebut akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ucap Mulyani, usai menerima penyerahan daftar nama 62 jemaah haji 2026 oleh Karom 2026 untuk diterima masuk PERAHU.
Ketua PCM Lowokwaru Kota Malang ini menjelaskan, KBIHU Ulil Abshar merupakan ibu kandung PERAHU. Dimana KBIHU Ulil Abshar dibawah binaan Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh (LPHU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang.
“PERAHU menjadi wasilah membangun ukhuwah Islamiah, ibarat perahunya Nabi Nuh, menampung semua tanpa melihat perbedaan. Karena kita memiliki kepentingan yang sama, yaitu menjaga kemabruran haji kita hingga akhir hayat dan bersama berlayar menuju surga, sebagaimana slogan PERAHU,” terang Mulyani.
Jemaah Haji 2026 Ulil Abshar Siap Bina Jemaah 2027
Sementara itu, Karom jemaah haji 2026 KBIHU Ulil Abshar, H Jufri Naz ST MM menyampaikan, laporan kegiatan jemaah haji 2026 KBIHU Ulil Abshar sejak masa persiapan hingga kepulangan. Dimana persiapan dimulai sejak November 2025, dilanjutkan beragam kegiatan seperti manasik haji, diberangkatkan 24 April 2026 hingga kepulangan 4 Juni 2026.
“Alhamdulillah, 62 jemaah kembali ke tanah air dalam kondisi baik dan lengkap, semua berkat doa bapak ibu dan pertolongan Allah SWT,” ungkap Jufri.
Disebutkannya, apa yang dijalani oleh jemaah haji 2026 KBIHU Ulil Abshar merupakan bekal paket lengkap, sehingga semuanya terlaksana dengan baik dan sempurna. Dimulai sejak kedatangan di Masjid Nabawi dan Madinah, Masjidil Haram dan Makkah, hingga pelaksanaan rangkaian puncak haji di Armuzna.
“Dimana kita bisa menjalani Tarwiyah hingga Nafar Tsani secara lengkap, karena bekalnya telah disusun dan direvisi setiap tahun menyesuaikan perkembangan terbaru. Tidak semua KBIHU lain bisa melaksanakan rangkaian dan urutan tersebut sesuai Sunnah,” imbuhnya.
Jufri mengaku, dirinya bersepakat bersama jemaah haji 2026 KBIHU Ulil Abshar akan turut berkontribusi dalam pembinaan ibadah haji tahun selanjutnya. Tentunya dukungan berbagai pihak akan turut memudahkan, seperti LBIH Mandiri, Kemenhaj, dan lainnya, dalam pembinaan haji.
“Bersama beberapa pihak, kami sudah mulai mengkonsep pembinaan haji lebih dini sejak Juni 2026 untuk calon jemaah haji 2027. Termasuk bagaimana memilih dan membina para Karu dan Karom, agar memudahkan anggotanya menjalankan ibadah haji. Seiring Mandiri Islamic Center (MIC) dapat digunakan sebagai tempat manasik haji pada akhir tahun 2026,” tandas Direktur Mall Dinoyo City ini.
Ibadah Haji Bukan Tentang Uang Tapi Ketakwaan
Dalam kajian yang disampaikan Ustadz Syamsul Arifin (USA), ibadah haji bukan tentang uang, tapi ketakwaan. Pasalnya, tamu Allah merupakan hak prerogatif Sang Khaliq, dari pengalaman jemaah haji yang berangkat, tergantung latar belakang dan keimanan seseorang.

Salah satunya, pengalaman yang dirasakan sendiri oleh akademisi bidang Sosiologi Agama dan Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini. Prof Dr Syamsul Arifin MSi berhasil berangkat haji pertama pada tahun 2001, berkat jalan yang tak diduga.
“Saat itu, gaji di UMM bisa dibilang belum mencukupi, bahkan untuk ongkos pulang kampung ke Madura hanya bisa berangkat belum tentu bisa pulang. Dengan kuasa Allah SWT, istiqomah berdoa setiap waktu menggunakan beragam bahasa, akhirnya saya bisa berangkat haji setelah lolos tes petugas haji tahun 2001. Jadi haji bukan persoalan uang, tapi ketakwaan,” tegas mantan Wakil Rektor I UMM ini.
Pria yang telah melaksanakan haji kedua tahun 2017 ini menjelaskan, ada beberapa keyakinan dan cara yang dilakukan oleh para jemaah haji yang telah menyempurnakan Rukun Islam kelima.
Seperti dicontohkan oleh Rasulullah saat berdoa di Masjid Al Ijabbah Madinah. Dimana dua dari tiga doa yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah SWT, sesuai takdir yang ditulis-Nya. Dan seorang Rasulullah pun memiliki batasan yang tidak bisa melampaui ketentuan Allah SWT.
“Doa pertama, minta penduduk Madinah dibebaskan dari kemiskinan, dikabulkan. Doa kedua, minta penduduk Makkah dibebaskan dari kekeringan, dikabulkan. Doa ketiga, umat Islam dibebaskan dari perpecahan, tidak dikabulkan oleh Allah SWT,” bebernya.
Artinya, dalam pandangan manusia, apa yang baik belum tentu baik dalam ketetapan Allah SWT. Dan apa yang tidak mungkin dalam pandangan manusia, bisa terjadi ketetapan kun fayakun oleh Allah SWT. Karena semua yang ada di bumi dan langit adalah kuasa Allah SWT. (rhd)









