Viral Lagi di Medsos! Wisatawan Asal Lombok Merasa Tertipu Beli Oleh-oleh Keripik di Dekat Kota Batu

Viral Lagi di Medsos! Wisatawan Asal Lombok Merasa Tertipu Beli Oleh-oleh Keripik di Dekat Kota Batu
Cuplikan dari Video viral yang menunjukkan saat tamu wisata Asal lombok membuka satu per satu keripik yang isinya tidak sesuai gramasi yang tertera. (Ist)

​Batu, SERU.co.id – Jagat media sosial dihebohkan lagi oleh sebuah video viral yang memperlihatkan kekecewaan mendalam seorang wisatawan asal Lombok saat berkunjung ke sebuah destinasi wisata alam di dekat Kota Batu, Jawa Timur. Wisatawan tersebut merasa tertipu setelah membeli sejumlah keripik buah khas oleh-oleh yang ternyata isinya sangat sedikit dan didominasi oleh udara (angin).

​Peristiwa yang mendadak ramai diperbincangkan di berbagai platform digital ini diketahui terjadi pada Rabu (24/6/2026). ​Dalam rekaman video yang beredar, tampak sang wisatawan sedang membongkar (unboxing) belasan kantong kemasan aluminium foil yang dibelinya. Kemasan tersebut berlabel aneka keripik dan kerupuk buah seperti rasa apel, mangga, buah naga, anggur, hingga stroberi.

​Namun, rasa gembira berubah menjadi kekecewaan berat saat satu per satu kemasan tersebut dibuka. Meskipun bungkusnya tampak menggelembung besar dan padat, isi di dalamnya justru sangat kontras dengan ukuran kemasannya. Produk di dalam kantong hanya terisi beberapa keping saja di bagian dasar kemasan, tidak sebanding dengan ukuran bungkusnya.

​”Ini penipuan, ini penipuan ini, Guys. Ya Allah, kembungnya doang ini mah. Benar-benar isi angin, enggak ada isinya. Tolong ya Bu ya yang jual ya,” seru wisatawan tersebut di dalam video sembari tertawa getir menunjukkan isi kemasan yang kosong melompong.

​Sementara itu, seorang tour guide (pemandu wisata) yang sempat menemani rombongan tamu asal Lombok tersebut akhirnya buka suara. Pria yang meminta agar namanya tidak disebutkan ini memberikan klarifikasi terkait kejadian yang menimpa tamunya. ​Ia mengaku bahwa pihak pemandu sebenarnya sudah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait pembelian oleh-oleh.

“Sebenarnya saya sudah mencoba mengarahkan dan menyarankan para tamu secara tidak langsung (implisit) agar membeli oleh-oleh di pusat atau tempat resmi penjualan oleh-oleh Kota Batu. Kami para Guide tidak bisa memaksakan kehendak, karena keputusan untuk membeli oleh-oleh atau tidak, serta di mana tempatnya, kembali lagi kepada kenyamanan dan keputusan pribadi sang tamu,” tukas guide asal DPC HPI Kota Batu yang mengaku membawa rombongan tersebut.

​Kasus ini pun langsung menarik perhatian netizen. Banyak yang menyayangkan adanya oknum pedagang nakal yang dapat merusak citra ramah pariwisata Kota Batu dan sekitarnya. Wisatawan lain pun diimbau untuk lebih teliti dan mengutamakan berbelanja di toko resmi yang memiliki jaminan kualitas serta standar isi produk yang jelas. (dik/ono)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id