RSI Unisma Krisis Keuangan, DPRD Minta Gaji Karyawan Dituntaskan Tanpa Korban PHK

RSI Unisma Krisis Keuangan, DPRD Minta Gaji Karyawan Dituntaskan Tanpa Korban PHK
Anggota DPRD Kota Malang menanggapi krisis keuangan yang sedang melanda RSI Unisma. (bas)

Malang, SERU.co.id – DPRD Kota Malang menyoroti krisis keuangan yang tengah melanda manajemen RSI Unisma hingga menimbulkan keterlambatan pembayaran gaji karyawan. Pihaknya meminta manajemen rumah sakit segera menuntaskan gaji karyawan tanpa menimbulkan korban PHK.

Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi mengungkapkan, telah bertemu langsung dengan Direktur RSI Unisma beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, pihak manajemen rumah sakit mengakui kondisi keuangan yang tengah dihadapi cukup berat.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah bertemu dengan Direktur RSI Unisma beberapa waktu lalu. Beliau cerita apa adanya dan mengakui kondisi keuangan RSI Unisma memang berat,” seru Arief, Rabi (25/6/2026).

Diakuinya, Fraksi PKB juga telah berkomunikasi dengan perwakilan karyawan yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji. Karena itu, pihaknya meminta penyelesaian masalah dilakukan secara kekeluargaan dengan mengedepankan dialog antara manajemen dan karyawan.

“Karyawan juga sudah ketemu, kemudian Fraksi PKB juga sudah bertemu. Kami meminta penyelesaian ini lebih baik dilakukan secara kekeluargaan. Jangan sampai menyangkut ke jalur hukum,” ungkapnya.

Arief menjelaskan, Disnaker Kota Malang telah menyampaikan rencana untuk mempertemukan kedua belah pihak dalam forum mediasi. Ia berharap langkah tersebut segera terealisasi, supaya ditemukan solusi terbaik bagi semua pihak.

“Disnaker juga mengatakan akan mempertemukan dua pihak, baik dari karyawan ataupun dengan pihak RSI Unisma. Harapan saya cepat dilakukan pertemuan tripartit untuk mencari solusi terbaik,” katanya.

Di sisi lain, Arief meminta karyawan memahami kondisi rumah sakit yang saat ini sedang berupaya memperbaiki kondisi keuangannya. Namun demikian, ia juga mengingatkan manajemen RSI Unisma untuk tidak mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai jalan keluar.

“Saya berharap karyawan memahami kondisi keuangan RSI yang hari-hari ini sedang dalam proses penyembuhan. Saya minta juga pihak RSI tidak sampai melakukan PHK,” tegasnya.

Ia mengakui, terdapat karyawan yang belum menerima gaji selama sekitar satu bulan. Sementara, pihak manajemen telah berjanji untuk melakukan pembenahan.

“Memang ada karyawan yang bahkan selama satu bulan tidak terbayarkan gajinya. Tetapi kondisi keuangannya memang berat. Namun mereka mengaku akan dibenahi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arief menyebut pihak-pihak yang menaungi RSI Unisma juga telah mengambil langkah dengan membentuk Tim Penyelamatan RSI Unisma. Hal tersebut bertujuan membantu proses pemulihan rumah sakit tersebut.

Menurutnya, langkah mediasi merupakan pilihan terbaik dibandingkan penyelesaian melalui jalur hukum. Pasalnya, langkah tersebut berpotensi menyulitkan kedua belah pihak.

“Kalau dilakukan secara hukum, khawatirnya nanti ada yang lain-lain, seperti PHK, pesangon, dan lainnya. Itu akan berat bagi kedua belah pihak,” pungkasnya.

Sebagai bentuk dukungan, DPRD Kota Malang melalui Fraksi PKB juga mendorong Disnaker untuk segera memfasilitasi mediasi. Apalagi laporan dari pihak karyawan telah disampaikan sejak beberapa waktu lalu. (bas/ono)

 

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id