Mahasiswa Magang UB Kediri Turut Sukseskan Pasar Murah Toyoresmi, Dipantau Langsung Istri Bupati Kediri

Mahasiswa Magang UB Kediri Turut Sukseskan Pasar Murah Toyoresmi, Dipantau Langsung Istri Bupati Kediri

Martha Tambunan – Mahasiswa MBKM Program Studi Agribisnis PSDKU Universitas Brawijaya Kediri

Kediri, SERU.co.id – Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menggelar kegiatan pasar murah di Balai Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada 11 Maret 2026 sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari warga yang memadati lokasi sejak pagi hari untuk mendapatkan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Bacaan Lainnya

Pasar murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga pangan. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang datang untuk berbelanja di berbagai stand yang tersedia selama kegiatan berlangsung.

Berbagai instansi dan pelaku usaha turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Stand yang hadir antara lain Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Perum Bulog, Rose Brand, pelaku UMKM lokal, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri. Masing-masing stand menawarkan produk unggulan sesuai bidangnya, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, telur, hingga produk olahan UMKM dan komoditas hortikultura. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan sinergi dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Salah satu stand yang menarik perhatian pengunjung adalah stand Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri yang menjual komoditas hortikultura hasil binaan pemerintah daerah. Pada stand tersebut, masyarakat dapat memperoleh bawang merah dan cabai rawit dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Komoditas tersebut menjadi salah satu produk yang cukup diminati karena merupakan kebutuhan pokok rumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, stand Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri juga melibatkan mahasiswa magang dari Program Studi Agribisnis PSDKU Universitas Brawijaya Kediri yang tengah menjalankan program magang di instansi tersebut. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pembelajaran lapangan sekaligus memberikan pengalaman nyata mengenai pemasaran hasil pertanian dan pelaksanaan program pemerintah yang berkaitan dengan stabilisasi harga pangan.

Mahasiswa magang berperan dalam berbagai kegiatan operasional stand, mulai dari penataan produk, pencatatan penjualan, pelayanan konsumen, hingga memberikan informasi terkait komoditas yang dipasarkan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai proses pemasaran komoditas pertanian serta interaksi antara penjual dan konsumen dalam kegiatan perdagangan.

Kegiatan pasar murah ini turut dihadiri oleh istri Bupati Kediri, Eriani Annisa atau yang akrab disapa Mba Chica. Dalam kunjungannya, ia meninjau seluruh rangkaian kegiatan pasar murah serta mengunjungi beberapa stand yang berpartisipasi. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Saat berada di stand Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Mba Chica menaruh perhatian pada komoditas yang dipasarkan kepada masyarakat. Berdasarkan informasi dari mahasiswa magang yang bertugas, bawang merah dijual dengan harga Rp25.000 per setengah kilogram, sedangkan cabai rawit dipasarkan seharga Rp7.500 per ons. Harga tersebut dinilai cukup terjangkau dan menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang berbelanja di pasar murah.

Menurutnya, pasar murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih murah, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi berbagai instansi dan pelaku usaha untuk berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Harga komoditas yang dijual sengaja disesuaikan agar lebih terjangkau sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Selain memberikan manfaat ekonomi dan pendidikan, pelaksanaan pasar murah di Balai Desa Toyoresmi juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 2 (Zero Hunger/Tanpa Kelaparan) melalui penyediaan bahan pangan yang mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pasar murah juga mencerminkan implementasi SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas) melalui pengalaman belajar langsung di lapangan. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth/Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan membuka peluang pemasaran bagi pelaku UMKM lokal. Kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi teknis, perguruan tinggi, badan usaha, dan masyarakat juga menunjukkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals/Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Melalui kegiatan pasar murah ini, Pemerintah Kabupaten Kediri tidak hanya berupaya menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Keterlibatan mahasiswa Agribisnis Universitas Brawijaya Kediri menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan daerah sekaligus mengembangkan kompetensi diri melalui pengalaman nyata di lapangan.

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id