Baru Menjabat Kasat Reskrim Polres Batu Langsung Hadapi Tantangan Kasus Penemuan Mayat Dosen di Temas Batu

Baru Menjabat Kasat Reskrim Polres Batu Langsung Hadapi Tantangan Kasus Penemuan Mayat Dosen di Temas Batu
Kasat Reskrim Polres Batu, Akp Zaenal Arifin SH saat momen silaturahmi dengan awak media. (Seru.co.id/dik)

Batu, SERU.co.id – Lembaran baru kepemimpinan di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu langsung disambut oleh tantangan besar. Kasat Reskrim Polres Batu yang baru menjabat, AKP Zainal Arifin SH, kini tengah memfokuskan untuk membongkar misteri di balik kasus penemuan mayat seorang Dosen yang terjadi di kawasan Kelurahan Temas, Kota Batu, 20 November 2025 silam.

​Sebagai orang baru di jajaran Polres Batu, AKP Zainal Arifin bergerak cepat dengan melakukan “bedah kasus” secara mendalam. Ia mempelajari dengan saksama posisi kasus, memeriksa Berita Acara Pemeriksaan (BAP), hingga berkoordinasi terkait hasil pemeriksaan barang bukti yang telah dikirimkan ke Laboratorium Forensik (Labfor).

Bacaan Lainnya

​”Saya sebagai orang baru yang memang tidak mengikuti perkara ini dari awal, tentu harus banyak melihat BAP, melihat hasil pemeriksaan barang bukti di Labfor, serta merangkai kembali petunjuk-petunjuk yang ada,” seru AKP Zainal Arifin di hadapan awak media dalam komen Silaturahmi di Cafe Sae, Selasa, (9/6/2026).

AKP Zaenal sapaannya menuturkan, ​pihaknya berupaya untuk segera mendapatkan terangnya peristiwa ini. Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang dan penguatan alat bukti terus dikebut. Tidak main-main, Satreskrim Polres Batu juga telah meminta bantuan teknis dan backup dari tim Inafis Polda Jatim.

“​Hingga saat ini, penyidik tercatat telah memeriksa puluhan orang untuk dimintai keterangan secara intensif dengan total Saksi sebanyak 46 orang mencakup warga di sekitar lokasi, pihak terkait, hingga saksi ahli,” ungkapnya.

​Penyelidikan sempat menemui titik terang saat polisi mengendus hilangnya sejumlah barang berharga milik korban. Berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, petugas melakukan penyisiran fisik di sepanjang aliran sungai yang dicurigai. ​Hasil dari penyisiran tersebut, petugas berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat yang setelah diidentifikasi merupakan sepeda motor yang digunakan atau milik korban.

“Kami masih terus mencari barang-barang milik korban lainnya yang saat ini masih berstatus dalam proses pencarian. Dari puluhan saksi yang diperiksa, belum ada satu pun yang melihat, mendengar, atau mengetahui secara langsung detik-detik peristiwa inti terjadi,” terangnya.

​hingga saat ini, Satreskrim Polres Batu masih mencari saksi kunci yang mengetahui langsung kejadian. Hal ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) terbesar sekaligus Rencana Tindak Lanjut (RTL) utama Satreskrim Polres Batu agar konstruksi perkara dapat disusun secara utuh.

​”Tujuannya tidak lain agar peristiwa ini bisa dikonstruksikan dengan jelas, apa sih peristiwa yang sebenarnya terjadi. Kami ingin mematangkan fakta-faktanya terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan,” tegasnya.

Di depan Awak media, ​Kasatreskrim AKP Zaenal juga meminta waktu mengenai indikasi kuat apakah korban merupakan korban pembunuhan atau penganiayaan berat atau hal lainnya. Ia meminta masyarakat dan media memberikan waktu kepada tim penyidik untuk bekerja secara objektif berdasarkan fakta-fakta ilmiah.

​”Kami tidak mau melenceng dari fakta yang didapatkan di lapangan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin dengan sumber daya yang kami punya untuk segera membuat perkara ini menjadi terang. Mohon beri kami waktu,” pungkasnya. (dik/mzm)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id