Tembok Penyangga Toren Pasar Besar Retak, Pemkot Malang Siapkan Sterilisasi Area

Tembok Penyangga Toren Pasar Besar Retak, Pemkot Malang Siapkan Sterilisasi Area
Kondisi tembok penyangga toren Pasar Besar Malang yang mengalami keretakan. (Seru.co.id/bas)

Malang, SERU.co.id – Masyarakat menyoroti retaknya tembok penyangga toren di Pasar Besar Malang. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyatakan, pihaknya sedang menyiapkan langkah sterilisasi area.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Dr Eko Sri Yuliadi SSos MM mengungkapkan, pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari masyarakat. Diakuinya, kondisi Pasar Besar Malang memang kian memprihatinkan

Bacaan Lainnya

“Kami berterima kasih kepada masyarakat dan media yang sudah menyampaikan informasi tersebut. Saat ini langkah yang kami siapkan adalah melakukan clearing area dengan memasang pembatas,” seru Eko, Senin (18/5/2026).

Diakuinya, sterilisasi area dilakukan karena sampai saat ini belum bisa dilakukan pembongkaran di kawasan tersebut. Sehingga, pihaknya hanya bisa melakukan langkah antisipasi terhadap potensi risiko keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Kepala Diskopindag Kota Malang menjelaskan, langkah mitigasi di sekitar retakan tembok penyangga toren Pasar Besar. (Seru.co.id/bas)
Kepala Diskopindag Kota Malang menjelaskan, langkah mitigasi di sekitar retakan tembok penyangga toren Pasar Besar. (Seru.co.id/bas)

“Pemasangan pembatas dilakukan, agar tidak ada aktivitas masyarakat di area bawah bangunan yang mengalami retakan, baik pedagang maupun juru parkir. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi potensi risiko keselamatan akibat kondisi bangunan pasar yang cukup mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Diskopindag juga masih menunggu arahan dan petunjuk lebih lanjut terkait langkah penanganan berikutnya. Eko hanya bisa berharap tidak terjadi hal-hal yang berpotensi merugikan masyarakat akibat retaknya tembok penyangga toren Pasar Besar.

“Sementara ini belum ada anggaran perbaikan. Fokus kami saat ini memastikan area steril, agar masyarakat tidak terdampak,” ujarnya.

Salah satu tukang parkir yang enggan disebutkan namanya mengatakan, retakan tembok tersebut tengah menjadi sorotan. Namun disisi lain, masih terdapat aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

“Khawatirnya kalau ambrol dan terjatuh mengenai pengguna jalan di bawahnya. Apalagi di bawahnya banyak PKL dan kendaraan roda dua dan roda empat yang diparkir,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji AMd menilai, langkah mitigasi sangat diperlukan. Apalagi di tengah alotnya wacana revitalisasi Pasar Besar Malang yang masih menuai pro dan kontra dari kalangan pedagang itu sendiri.

“Kalau melihat lokasi retakan agak susah kalau sekedar ditambal atau lainnya. Saya sudah sampaikan ke Diskopindag untuk mitigasinya, sementara dipasang banner peringatan dan dilakukan pengecekan lebih lanjut,” tandasnya. (bas/mzm)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id