UB Dukung Indonesia Menuju Pusat Halal Dunia 2027, Sinergi BPJPH Perkuat Implementasi Halal Metric

UB Dukung Indonesia Menuju Pusat Halal Dunia 2027, Sinergi BPJPH Perkuat Implementasi Halal Metric
Rektor UB dan Kepala BPJPH saat membuka Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Award 2026. (Seru.co.id/bas)

Malang, SERU.co.id – Universitas Brawijaya (UB) memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem halal untuk mendukung Indonesia menjadi pusat halal dunia tahun 2027. Melalui sinergi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), pihaknya berkomitmen memperluas implementasi halal metric di berbagai institusi.

Kepala BPJPH, Dr H Haikal Hasan ST MT, Eng mengungkapkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai jembatan pengembangan ekosistem halal. Menurutnya, dalam hal ini universitas dapat berfungsi sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

Bacaan Lainnya

“Universitas menjadi bridging dalam mewujudkan ekosistem halal yang sesungguhnya. Halal saat ini bukan hanya kewajiban agama, tetapi sudah menjadi kebutuhan global,” seru Haikal, saat menghadiri Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Award 2026, Selasa (5/5/2026).

Haikal menjelaskan, konsep halal kini mengedepankan tiga prinsip utama, yakni transparansi, ketertelusuran (traceability), dan kepercayaan (trustability). Bahkan, di sejumlah negara Eropa, produk halal telah dipandang sebagai elite food dengan nilai tambah tinggi bagi konsumen.

Kepala BPJPH menegaskan, upaya mewujudkan Indonesia menuju pusat halal dunia tahun 2027. (bas)
Kepala BPJPH menegaskan, upaya mewujudkan Indonesia menuju pusat halal dunia tahun 2027. (bas)

“Kami menargetkan Indonesia menjadi pusat ekosistem halal dunia pada 2027. Untuk mendukung hal tersebut, BPJPH menargetkan sertifikasi halal terhadap sekitar 24 juta produk,” ungkapnya.

Hingga saat ini, capaian sertifikasi halal telah mencapai sekitar 12 hingga 13 juta produk. Ia berharap, semakin banyak perguruan tinggi yang terlibat sebagai pemeriksa halal produk, seperti UB melalui gagasan halal metric-nya.

“UB merupakan salah satu pelopor halal di Indonesia. Sebagai LPH, universitas memiliki fasilitas laboratorium yang memadai,” ujarnya.

Untuk mempercepat pencapaian tersebut, BPJPH mengusung empat strategi utama. Yakni melalui penguatan regulasi, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, sosialisasi kepada masyarakat, serta digitalisasi dengan pemanfaatan teknologi AI.

Sementara, Rektor UB, Prof Widodo SSi MSi PhDMedSC menegaskan, komitmen perguruan tinggi dalam mewujudkan ekosistem halal. Diakuinya, hal ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Perguruan tinggi tidak hanya mengajar, tetapi juga melakukan riset dan pengabdian kepada masyarakat. Hasil penelitian itu harus bisa menjawab persoalan yang ada di masyarakat,” tuturnya.

Sebagai bentuk nyata kontribusi, UB mengembangkan Halal Metric sebagai instrumen untuk mengukur sejauh mana institusi membangun ekosistem halal. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari kebijakan, inovasi, edukasi, hingga infrastruktur.

“Halal Metric bukan sertifikasi halal. Ini alat ukur untuk melihat kesiapan dan kontribusi institusi dalam memudahkan masyarakat mendapatkan jaminan halal,” jelas Widodo.

Widodo pun mendorong kampus mengembangkan laboratorium uji halal yang tersertifikasi serta memperkuat riset di bidang produk dan teknologi halal. Upaya diharapkan dapat menghasilkan proses analisis yang lebih cepat, mudah dan terjangkau bagi masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof Dr Ir Imam Santoso MP menambahkan, UB Halal Metric merupakan pionir dalam pengukuran ekosistem halal. Pengukuran ini tidak hanya bisa diimplementasikan di tingkat nasional, tetapi juga global.

“Penilaian dilakukan secara komprehensif. Mulai aspek infrastruktur, kebijakan, riset dan pengembangan, serta pendidikan yang mendukung penguatan ekosistem halal,” terangnya.

Melalui inisiatif ini, UB berkomitmen mendorong lebih banyak institusi yang berkontribusi aktif dalam membangun ekosistem halal. Semakin banyak institusi terlibat dalam mewujudkan ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan, akan mendorong Indonesia menjadi pusat halal dunia 2027. (bas/mzm)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id