Malang, SERU.co.id – Hendak menyetrum ikan di sungai, lansia bernama Ponidi (61), warga RT 06, RW 01, Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang ditemukan meninggal dunia di aliran sungai, Minggu (3/5/2026).
Kapolsek Ngajum, AKP Bagus Wijanarko menuturkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, sehari sebelumnya warga sempat melihat korban membawa alat setrum ikan, Sabtu (2/5/2026).
“Berdasarkan informasi dari masyarakat, sekitar jam 14.00 WIB. Terpantau pak Ponidi membawa alat setrum ikan, menuju sungai sumber luluh Desa Ngajum, untuk menceritakan ikan,” seru Bagus.
Bagus mengatakan, karena cuaca terlihat mendung warga sempat mengingatkan korban untuk tidak berangkat ke sungai. Namun sayangnya, peringatan tersebut tidak digubris oleh korban.
“Sudah diingatkan cuaca mendung, mau hujan. Namun tetap berangkat menuju sungai. Sampai malam hari belum kembali pulang, sehingga keluarga korban dan masyarakat mencari korban akan tetapi belum ditemukan,” jelasnya.
Keesokan harinya, korban akhirnya berhasil ditemukan, namun dalam keadaan tidak bernyawa dalam keadaan tertelungkup di aliran sungai.
“Korban Ponidi ditemukan dalam kondisi meninggal. Pada saat ditemukan mayat dalam keadaan tertelungkup kaku di dalam sungai,” jelasnya.
Bagus membeberkan, dari hasil pemeriksaan luar pada tubuh korban ditemukan beberapa luka pada bagian kepala dan telinga. Diduga, luka tersebut timbul saat korban terjatuh ke dalam sungai.
“Kepala dan telinga mengalami luka diduga akibat terjatuh. Juga turut ditemukan seperangkat alat setrum ikan,” terang Bagus. (wul/ono)









