Batu, SERU.co.id – DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Batu mengusulkan inovasi baru dalam prosedur pemeriksaan kelaikan kendaraan atau Ramp Check. Tidak hanya sekadar memeriksa teknis kendaraan, HPI berharap kegiatan tersebut dapat disinergikan dengan sosialisasi standarisasi pariwisata dan edukasi penggunaan pemandu wisata (guide) bagi para wisatawan yang memasuki wilayah Kota Batu.
Ketua DPC HPI Batu, Asep Abiyanto S. Psi mengatakan, selama ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur bersama Dishub Kota Batu rutin menggelar ramp check. Guna memastikan bus pariwisata dan armada angkutan wisata yang masuk ke Kota Batu dalam kondisi layak jalan. Hal ini dilakukan demi menekan angka kecelakaan dan menjamin keselamatan wisatawan.
“Kami mengusulkan konsep yang disebut sebagai “Ramp Check Plus”. Nantinya kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pemeriksaan fisik kendaraan saja. Namun juga dibarengi dengan Sosialisasi Standarisasi Pariwisata Kota Batu serta sosialisasi penggunaan guide resmi kepada rombongan wisata,” seru Asep eksklusif kepada SERU.co.id.
Menurut Asep, edukasi langsung kepada rombongan wisata saat memasuki pintu masuk kota akan memberikan pemahaman mendalam. Mengenai pentingnya menggunakan jasa pemandu wisata yang berlisensi demi kenyamanan dan keakuratan informasi sejarah maupun destinasi.
“Kami siap memberikan edukasi ini, sembari Dinas terkait melakukan pemeriksaan detail tentang kelayakan armada wisata yang digunakan untuk berwisata Kota Batu. Ini akan menjadi sebuah nilai tambah bagi pariwisata Kota Batu,” cetusnya.
Usulan dari DPC HPI Batu ini disambut baik oleh Ketua DPD HPI Jawa Timur, Sujai Asmed. Ia menilai langkah ini merupakan upaya cerdas untuk mengedukasi wisatawan secara langsung di lapangan. Sebagai bentuk tindak lanjut, Sujai menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di level provinsi.
“Kami akan mengkomunikasikan usulan ini dengan Bidang SDM Disbudpar Provinsi Jatim, untuk kemudian diteruskan kepada Dishub Provinsi Jatim sebagai pemangku program Ramp Check tersebut,” tutur Sujai.
Sujai menambahkan, konsep kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi program bersama yang melibatkan lintas instansi. Mulai dari Dinas Perhubungan yang memastikan sisi keselamatan transportasi dan Dinas Pariwisata yang memastikan standarisasi layanan dan mutu pariwisata.
“HPI sebagai garda terdepan dalam pendampingan dan edukasi wisatawan,” imbuhnya.
Sujai juga menambahkan, jika usulan ini terealisasi, Kota Batu akan menjadi pelopor dalam pengawasan pariwisata terpadu yang menyentuh aspek keamanan teknis sekaligus kualitas pelayanan. Hal ini diyakini akan semakin memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan yang aman, tertib, dan profesional di Indonesia.
“Kami sangat berharap kolaborasi dan sinergi lintas instansi bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia ini bisa terwujud. Mohon doanya,” tutup Pram Jai sapaannya. (dik/mzm)









