Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya mengatasi kemacetan akibat padatnya mobilitas penduduk. Untuk itu, Wali Kota Malang mengusulkan penambahan tiga rute Trans Jatim yang saling menghubungkan wilayah Malang Raya.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, ia telah menyampaikan usulan tersebut kepada Gubernur Jawa Timur. Menurutnya, dibutuhkan dua hingga tiga koridor baru, agar layanan transportasi tersebut semakin menjangkau kawasan strategis di Malang Raya.
“Mobilitas masyarakat sekarang sudah lintas wilayah. Untuk menjawab tingginya mobilitas masyarakat lintas daerah, perlu sistem transportasi yang saling terhubung,” seru Wahyu, Sabtu (18/4/2026) kemarin.
Kawasan-kawasan ikonik seperti Alun-alun Kota Malang hingga Kayutangan menjadi titik pertemuan aktivitas warga dari berbagai daerah. Wahyu menuturkan, tingginya arus kunjungan ke lokasi tersebut memperkuat kebutuhan transportasi publik yang terintegrasi dan efisien.
Ia menilai, model layanan berbasis koridor antarwilayah seperti Trans Jatim sangat efektif dibandingjan konsep Buy The Service (BTS) angkot. Masyarakat banyak yang antusias menyambut Trans Jatim, sejak layanan tersebut beroperasi di Kota Malang pada 2025 lalu.
“Saya mengusulkan sejumlah rute, seperti Terminal Arjosari menuju Bandara Abdul Rachman Saleh. Kemudian berlanjut ke pusat Kota Malang hingga Kepanjen dan Kota Batu. Selain itu, jalur alternatif dari Hamid Rusdi ke Singosari juga sangat diperlukan,” terangnya.
Dari sisi kesiapan, Wahyu memastikan armada yang ada masih mencukupi. Karena itu, pengembangan diarahkan pada perluasan jaringan, supaya akses layanan semakin merata.
“Pengembangan layanan Trans Jatim tidak akan membebani anggaran Pemkot Malang. Kebutuhan operasional sepenuhnya ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.
Wahyu menambahkan, keberadaan Trans Jatim sejauh ini telah memberi dampak positif. Sejak diluncurkan pada November 2025 silam, Trans Jatim dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi.
“Hal itu terlihat waktu Nataru kemarin, Trans Jatim sangat membantu. Banyak masyarakat tidak menggunakan kendaraan pribadi dan lebih memilih Trans Jatim,” pungkasnya. (bas/mzm)









