Menu Rp25 Ribu Porprov Jatim Tidak Sesuai Harga, Mantan Pengurus Sebut Lebih Miris dari MBG Siswa

Menu Rp25 Ribu Porprov Jatim Tidak Sesuai Harga, Mantan Pengurus Sebut Lebih Miris dari MBG Siswa
Salah satu menu yang diduga Mamin Porprov Jatim KONI Pamekasan. (Seru.co.id/udi)

Pamekasan, SERU.co.id – Anggaran makan dan minum (Mamin) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) IX Tahun 2025, Komite Olahraga Nasional (KONI) Pamekasan yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan menuai sorotan, salah satunya dari mantan pengurus KONI 2025.

Mantan pengurus KONI 2025 yang enggan disebutkan namanya itu menyayangkan menu konsumsi Porprov dinilai tidak sebanding dengan harga yang dipatok sebesar Rp25 ribu per porsi. Penilaian tersebut muncul setelah beredarnya foto yang diduga salahsatu menu Mamin Porprov Jatim KONI Pamekasan di Malang, yang menampilkan nasi kotak dengan lauk udang krispi, sayur oseng jagung, dan satu iris buah semangka.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, komposisi menu tersebut jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan harga yang dipatok. Bahkan, ia menyebut porsi dan kualitasnya lebih rendah dibanding menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa.

“Bagaimana bisa dengan harga Rp25 ribu, lauknya hanya udang krispi dan sayur oseng jagung. Ini tidak masuk akal secara logika anggaran,” seru Ali, Kamis (5/2/2026).

Ia juga menyoroti transparansi anggaran Porprov, khususnya pada sektor konsumsi dan sponsorship. Menurutnya, selain anggaran mamin yang dinilai tidak rasional, bantuan dari sponsorship juga tidak pernah dipublikasikan secara terbuka.

“Anggaran Porprov disebut mencapai Rp1,4 miliar dan dinyatakan habis, tapi laporan sponsorship tidak pernah dibuka ke publik. Ini perlu kejelasan agar tidak menimbulkan kecurigaan,” tambahnya.

Tidak hanya dari mantan pengurus, salah satu satu aktivis Pamekasan, M. Ali juga ikut menyoroti adanya laporan yang dilayangkan ke Kejaksaan Negeri Pamekasan. Kata Ali, laporan itu merupakan bentuk kekecewaan karena kurangnya transparansi anggaran.

Bahkan, ia menyayangkan porsi menu cukup minim namun harganya cukup tinggi sampai 25 ribu. Sementara, jika dilihat dari harga pasaran, kata Ali, menu tersebut diperkirakan 10 ribuan saja.

“Jika dari tampilan menu, itu berkisar 10 ribuan sampai 15 ribuan. Artinya, ada dugaan kuat permainan di tubuh KONI pada saat pelaksanaan Porprov,” kata Ali

Ali juga menilai, rendahnya kualitas gizi yang diberikan kepada atlet berdampak langsung terhadap prestasi dan perolehan peringkat kontingen KONI Pamekasan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

Ali menyinggung capaian peringkat KONI Pamekasan pada Porprov yang berada di posisi ke-25. Menurutnya, hasil tersebut bukanlah sesuatu yang mengejutkan jika melihat kondisi asupan gizi para atlet.

“Peringkat 25 pada Porprov kemarin itu wajar. Gizinya sangat rendah, sehingga ranking Pamekasan setiap Porprov justru terus mengalami penurunan,” tegas Ali.

Sementara itu saat dilakukan konfirmasi ke Manajer Porprov IX Jatim Pamekasan, Siran Wahyudi, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan. (udi/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id