Hasil Operasi Pekat Semeru, Wali Kota: Prihatin, Dua Minggu 513 Kasus

Wali Kota Malang, Sutiaji, saat bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto. (ws7) - Hasil Operasi Pekat Semeru, Wali Kota: Prihatin, Dua Minggu 513 Kasus
Wali Kota Malang, Sutiaji, saat bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto. (ws7)

Malang, SERU.co.id – Wali Kota Malang, Sutiaji menanggapi, fenomena tingginya jumlah hasil Operasi Pekat Semeru 2023. Total, ada 513 kasus yang berhasil diamankan dalam kurun waktu dua minggu.

“Bercampur ya ini antara senang dan susah. Senangnya karena pak Kapolres telah menjalankan tusi (tugas dan fungsi) yang luar biasa. Tapi prihatinnya dalam jeda waktu hanya 2 mingguan terjaring begitu banyak 513 kasus,” seru Sutiaji.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Malang, Sutiaji mengajak seluruh komponen untuk turut berperan aktif. Dalam menjaga lingkungannya masing-masing, terutama jika melihat ada tindak kejahatan.

“Maka saya minta kepada seluruh komponen, termasuk media jangan ada keraguan bagi masyarakat. Ketika ada tindak pidana yang terjadi di masyarakat, segeralah melaporkan diri kepada instansi terkait. Dalam hal ini kepolisian sudah membuka pintu luar biasa,” tambahnya.

Menurut Sutiaji, hal ini tak lepas dari peran hexahelix, termasuk dari peran media memberikan edukasi literasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat melihat ada kejanggalan terjadi di lingkungannya.

“Untuk itu saya sampaikan terimakasih pada temen-temen media menjadi salah satu hexahelix ini. Peran panjenengan sangat berarti ketika memberikan edukasi literasi kepada masyarakat untuk menyampaikan ketika ada kejanggalan. Ada hal-hal yang perlu dilakukan tindakan,” imbuh Sutiaji.

Baca juga : Operasi Pekat Semeru 2023 Musnahkan Ribuan Miras dan Puluhan Kilogram Ganja

Sebelumnya, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, peningkatan atas hasil Operasi Pekat Semeru 2023 mencapai 453 persen. Salah satu penyebabnya adalah berbagai aktivitas masyarakat kembali normal, pasca dicabutnya pembatasan aktivitas di masa pandemi.

“Kalau kita lihat persentase ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 453 persen. Diakibatkan dengan berbagai aktivitas masyarakat kembali normal, kembali pulih dan tidak ada pembatasan di dalam aktivitas masyarakat,” ucap Buher, sapaan akrabnya. (ws7/rhd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *