Jalan Nasional Di Kalsel Ambles, Siapa yang Disalahkan?

Nama: Naufal Ramdhan Nafi’Azami
Jurusan Hukum, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Jalan nasional Trans-Kalimantan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, longsor akibat aktivitas pertambangan batubara. Kerusakan infrastruktur itu menghambat kelancaran arus lalu lintas dan merugikan warga. Jalan nasional Trans-Kalimantan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, longsor akibat aktivitas pertambangan batubara. Kerusakan infrastruktur itu menghambat kelancaran arus lalu lintas dan merugikan warga. Tangkapan layar video kiriman warga saat kendaraan melintasi jalan nasional Trans-Kalimantan Kilometer 171 di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Minggu (9/10/2022). Jalan nasional tersebut longsor akibat aktivitas pertambangan batubara dan belum ditangani dengan baik. Badan jalan nasional Trans-Kalimantan di Kilometer 171 Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, longsor diduga akibat aktivitas pertambangan batubara. Jalan yang longsor itu belum juga ditangani dengan baik sehingga menghambat kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

Beberapa bulan lalu jalan itu juga pernah ambles. Diperbaiki, tapi kembali ambles. Kali ini dengan kondisi yang lebih parah. Saking parahnya, rumah dan toko warga di tepi jalan ikut rusak. Retak dari lantai, tembok hingga atap. Dari salinan laporan camat setempat, terdata 23 keluarga di RT 07 Desa Satui Barat yang rumah atau tokonya mengalami kerusakan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanbu, Subhansyah mengatakan, kondisi jalan itu rawan dilintasi.

Senada dengan laporan Camat Satui kepada Bupati Tanbu yang menyinggung tentang aktivitas pertambangan di Desa Satui Barat. Sementara Kapolsek Satui Iptu Hardaya menyebutnya sebagai bencana alam. “Dalam proses, sudah ditanggulangi pihak terkait,” ujarnya. Pantauan Radar Banjarmasin, pengendara yang datang dari kedua arah harus melintas secara bergantian. Bahkan, sebuah truk sampai terbalik di kawasan Kersik Putih. Hujan deras yang terus mengguyur beberapa hari terakhir juga menyulitkan perbaikan jalan. “Itulah yang kami khawatirkan, kondisinya semakin susah, sementara perbaikannya belum selesai,” tambah Hardaya. 

Dihubungi terpisah, anggota DPRD Tanah Bumbu, Fawahisah Mahabatan meminta pemkab dan pemprov untuk bergerak cepat. “Itu akses satu-satunya dari Tanah Bumbu ke Batulicin. Kalau nanti putus, perekonomian bakal terganggu,” ujarnya.

Dia meminta kerusakan ini tidak dianggap remeh. “Itu sudah dua kali ambles. Artinya perlu penanganan khusus. Apakah harus dibuatkan jalan baru? Pihak teknis yang lebih tahu,” tekannya. 

Warga juga mendesak perbaikan untuk dipercepat. “Kita ini seperti anak tiri. Daerah lain sudah bagus jalannya, tapi Tanah Bumbu masih banyak yang rusak. Padahal daerah ini sudah banyak menyumbang untuk pemasukan negara,” ujar Randi, warga Kecamatan Kusan Hilir.


Baca juga:

Sorry, you cant copy SERU.co.id!