“Sehingga dapat kami lakukan PE (Penyelidikan Epidemiologi) serta penanganan DBD agar tidak terjadi,” terangnya.
Dirinya juga menjelaskan, kegiatan PE meliputi mencari penderita DBD lainnya, atau orang yang memiliki gejala yang sama. Dan kemudian akan dilakukan pemeriksaan jentik radius pada 100 rumah penderita DBD.
Kemudian akan dilakukan penyemprotan, yang dilakukan secara selektif dengan melihat hasil penyelidikan.
“Jika ada satu kasus DBD di sekitar penderita dengan gejala DBC dengan bukti jentik House Index > 5%, maka akan dilakukan penyuluhan, abatisasi dan penyemprotan,” tutupnya. (ws6/ono)
Baca juga:
- Revitalisasi Alun-alun Merdeka Rampung, Pemkot Malang Integrasikan Kawasan Wisata Heritage Terpadu
- BMKG: Waspada Jawa Timur Berpotensi Cuaca Ekstrem 21-30 Januari 2026
- KNKT Ungkap Penyimpangan Rute Pesawat ATR 42-500, Ini Temuan Terbarunya
- Latihan Pencak Silat Militer Kodim 0833 Perkuat Karakter Prajurit
- Babinsa Lowokwaru Dampingi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Ketawanggede








