Disdikbud Bondowoso Tuntaskan Pencairan Honor Guru Ngaji

TUNTAS: Disdikbud Bondowoso sudah menuntaskan pencairan honor guru ngaji 2019 di 23 kecamatan di Bondowoso(foto: ido)

Bondowoso,SERU- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso sudah menuntaskan tugas mencairkan honor guru ngaji 2019 di semua kecamatan di Bondowoso. Dari lima ribu guru ngaji tersebar di 23 kecamatan, guru ngaji di Kecamatan Pujer dan Ijen (dulu Sempol, red) merupakan yang terakhir mencairkan honornya.

Kabid PAUD dan PNF Disdikbud Bondowoso, Murni mengatakan, Disdikbud sudah melaksanakan tugas pencairan honor lima ribu lebih guru ngaji 2019 di 23 kecamatan pada akhir pekan lalu. ”Sejak pertama pencairan pada 16 Oktober 2019 lalu, dua kecamatan terakhir yang mencairkan honor guru ngaji adalah Pujer pada 24 Oktober 2019 dan Ijen (dulu Sempol, red) pada 25 Oktober 2019,” katanya.

Dalam proses pencairan honor guru ngaji di setiap kecamatan,  menurut Murni, harus melalui rekening bank masing-masing. Namun, Disdikbud tetap memberikan kemudahan pada guru ngaji dalam mencairkan hoornya. ”Yitu, guru ngaji tidak perlu ke kantor bank untuk mencairkan honornya. Tapi, pegawai bank yang datang ke kecamatan mencairkan honor guru ngaji.  Ini petunjuk Pak Harimas Kepala Disdikbud Bondowoso untuk memberi kemudahan pelayanan pada guru  ngaji dalam mencairkan honornya,” terangnya.

Murni juga mengugkapkan, dalam pencairan honor guru ngaji  di setiap kecamatan, selalu ada kesalahan nama guru ngaji. Sehingga, saat  pencairan, belum semua guru ngaji dapat mencairkan honornya.  ”Kesalahan nama, itu seperti pernah disampaikan Bapak Kadisdikbud, yaitu dalam KTP namanya A, tapi di data guru ngaji namanya B, karena anaknya bernama B. Sehingga, begitu dicek  tidak ada nama B,” ungkapnya. .

Karena itu, kata Murni, Disdikbud meminta segera dilakukan perbaikan data administrasi guru ngaji yang mengalami masalah. Seperti meminta surat keterangan dari Desa atau Kelurahan menganai nama guru ngaji sesuai indentitas dalam KTP. ”Perbaikan lebih cepat lebih baik. Kalau lambat menyampaikan, pencairan bisa tahun depan. Tapi, Disdikbud akan jemput bola membantu perbaikan adminitrasi, agar semua  guru ngaji menerima honor tahun ini,” ujarnya.

Guru ngaji penerima honor di Bondowoso pada 2019 mencapai 5.435 orang. Besaran honor guru ngaji sebagaimana janji politik Bupati Salwa Arifin dan Wabup Irwan Bachtiar Rahmat, yakni Rp 1,5 juta per tahun untuk masing-masing guru ngaji. Namun, guru ngaji tidak menerima penuh, karena dipotong PPh 3 persen.  Jumlah honor tahun, ini naik dibandingkan pada 2018 sebesar Rp 800 ribu per tahun. (ido).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *