Hadapi Porprov Jatim X 2027, KONI Kabupaten Malang Fokus Penataan Administrasi

Hadapi Porprov Jatim X 2027, KONI Kabupaten Malang Fokus Penataan Administrasi
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok. (Wul)

Malang, SERU.co.id –   Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Malang tengah fokus dalam penataan administrasi jelang menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X tahun 2027 di Kota Surabaya. Untuk event tingkat provinsi tersebut, biaya operasional serta pembinaan atlet cabang olahraga (Cabor) bakal menelan anggaran mencapai Rp10 miliar.

Sekretaris Umum KONI Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok menuturkan, guna mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan dan mengoptimalkan pembinaan atlet. Segala administrasi persuratan maupun keuangan akan dilakukan secara elektronik, sehingga transparan.

Bacaan Lainnya

“Satu per satu mulai kami rapikan, baik itu persuratan maupun keuangan semuanya secara elektronik. Sehingga semua tercatat dan terdata. Dan sehingga kepengurusan harian sudah mulai melakukan e-budgeting,” seru Zulham, saat dikonfirmasi.

Pria yang merupakan politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjelaskan, dengan penyaluran pembiayaan secara elektronik. Sehingga 68 cabang olahraga diwajibkan memiliki rekening, namun saat ini yang sudah memiliki rekening tersebut terhitung masih 10 persen.

“Maka untuk meraih target tersebut dimulai dengan Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) yang dimulai tahun ini sampai tahun depan. Dukungan dana juga harus siap, tapi kami bereskan dulu administrasinya,” ujarnya.

Zulham mengatakan, dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X pada 2027 di Kota Surabaya ini Kabupaten Malang ditargetkan masuk dalam juara kedua. Dirinya mengaku optimis, dimana sebelumnya Kabupaten Malang dengan potensi yang dimiliki sudah masuk dalam 4 besar di Porprov IX sebelumnya.

Dirinya menjelaskan, tahun 2026 ini dukungan anggaran yang dialokasikan ke cabor dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sebesar 1,5 miliar. Kemudian sudah disalurkan sebesar Rp800 juta, namun idealnya anggaran yang dialirkan ke 68 cabor tersebut sebesar Rp10 miliar. Dimana nilai tersebut dihitung dari total atlet yang dimiliki.

Namun berdasarkan perubahan anggaran perubahan anggaran keuangan (PAK) di tahun ini anggaran tambahan yang bakal diajukan sejumlah Rp2 miliar. Oleh karena itu, total pada tahun ini sebesar Rp3,5 miliar. (wul/ono)

 

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *