PetaniMudaPunyaGaya: Kontribusi Mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Bersama TJP Dobrak Stigma Sektor Agraria Demi Capai Target SDGs

PetaniMudaPunyaGaya: Kontribusi Mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Bersama TJP Dobrak Stigma Sektor Agraria Demi Capai Target SDGs
Meeting Pertama Bersama Tim TJP (Senin, 23 Februari 2026); (kiri ke kanan) Ibu Olivia Elena Hakim, Zulfaa Nur Aqiilah, Mas Bayhaqi Anam, dan Mas Muhamad Arifin

*)Oleh: Zulfaa Nur Aqiilah
Mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri

JAKARTA — Siapa bilang kerja di bidang pertanian itu selalu identik dengan lumpur, kusam, dan ketinggalan zaman? PT Tetra Jaya Plusindo (TJP) membuktikan bahwa sektor agraria bisa tampil sangat keren, fresh, dan penuh gaya lewat program magang Content dan Branding. Langkah ini menjadi jembatan penting dalam mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui kesiapan kerja generasi muda di industri berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Program ini merupakan terobosan baru bagi TJP untuk mewujudkan visi meremajakan citra pertanian di mata generasi muda melalui kampanye digital #PetaniMudaPunyaGaya. Tagar ini menjadi wadah nyata mahasiswa magang dalam menyuntikkan energi baru ke dalam strategi komunikasi perusahaan.

Berawal dari Rapat Tim dan Kebutuhan Ide Segar Gen Z

Ditemui di kantor TJP, Bu Olivia selaku mentor menceritakan bahwa keputusan menerima mahasiswa magang didorong oleh kebutuhan industri akan ide-ide segar Gen Z. “Jujur, awalnya kami mengadakan rapat tim yang cukup intens untuk membahas ini. Menolak atau menerima mahasiswa magang pertama kami adalah keputusan besar. Namun, kami sadar bahwa industri ini sedang sangat butuh ide-ide freshdari Gen Z. Jarang sekali ada anak muda yang mau melirik bidang pertanian, padahal potensinya luar biasa. Kami butuh cara pandang mereka untuk menerjemahkan visi kami,” ungkap Bu Olivia hangat.

Keputusan Bu Olivia dan tim ternyata berbuah manis. Kehadiran mahasiswa magang berhasil menambah keaktifan media sosial TJP dengan konten-konten yang estetis, edukatif, dan sangat relevan bagi generasi muda

Terinspirasi Gerakan #PetaniMudaPunyaGaya, Zulfaa Sukses Gabung TJP

Zulfaa, mahasiswa aktif dari PSDKU Universitas Brawijaya Kediri, menjadi mahasiswa magang pertama yang bergabung karena merasa visi TJP sangat linier dengan prinsip hidupnya.

“Dari awal lihat hashtag itu, saya langsung merasa ‘Wah, ini gue banget!’. Saya tuh suka banget sama konsep meluruskan citra pertanian. Selama ini kan stereotipenya kalau kerja di lapangan atau bertani itu harus kotor dan kusam. Padahal enggak gitu. Kita bisa tetap stylish, modis, dan keren meskipun kerja di sektor pertanian,” cerita Zulfaa dengan penuh semangat

Di ruang kuliah, diskusi akademis sering kali berputar pada tata kelola komoditas skala besar secara virtual. Namun, fakta lapangan memberikan tamparan realitas yang berbeda. Zulfaa menyadari bahwa di tengah masifnya alih fungsi lahan, ruang gerak pertanian saat ini sebenarnya sangat sempit. Kesadaran kritis ini sejalan dengan SDG 15 (Ekosistem Daratan) mengenai pentingnya menjaga kelestarian lahan produktif

“Selama di kampus, bayangannya kita harus punya modal ratusan juta atau tanah berhektar-hektar sendiri. Banyak anak muda, bahkan saya sendiri mengira uang Rp50 juta tidak akan cukup untuk memulai bisnis pertanian,” ungkap Zulfaa

Namun, tantangan terbesar lapangan bukanlah seberapa banyak uang tunai di awal, melainkan kematangan strategi kemitraan dan penguasaan lahan. Pertanian modern tidak bisa dimulai hanya dengan modal nekat tanpa perencanaan tata ruang yang jelas.

Dari keterbatasan itu, Zulfaa menemukan perspektif baru: pertanian hari ini telah bertransformasi menjadi bentuk bisnis properti baru. Dengan modal Rp50 juta sekalipun, pelaku usaha bisa bergerak jika mampu mengemas lahan menjadi aset produktif bernilai tinggi, seperti lahan konvensional budidaya cabai. Mengintegrasikan agribisnis dengan pengelolaan ruang terbukti memberikan nilai pengungkit (leverage) ekonomi yang jauh lebih besar dan berkelanjutan bagi generasi muda. Inovasi ini merefleksikan perwujudan target SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Selama magang, Zulfaa dibimbing langsung dalam menyusun strategi konten hingga teknik copywriting yang relevan. Menariknya, TJP memberikan ruang luas untuk ide-ide baru lewat sesi brainstorming tim. Tak hanya di kantor, mahasiswa magang juga diajak langsung ke lahan mitra untuk memproduksi konten sekaligus bertindak sebagai talent.Selama magang, Zulfaa dibimbing langsung dalam menyusun strategi konten hingga teknik copywriting yang relevan. Menariknya, TJP memberikan ruang luas untuk ide-ide baru lewat sesi brainstorming tim. Tak hanya di kantor, mahasiswa magang juga diajak langsung ke lahan mitra untuk memproduksi konten sekaligus bertindak sebagai talent.

“Seru banget karena semua ide kita didengar. Saya juga diajarin copywriting yang pas. Plus, diajak ke lahan mitra buat jadi talent konten, ini ngebantu banget buat ngelancarin public speaking dan kemampuan komunikasi aku, sesuai sama rencana studi kuliah,” kata Zulfaa.

Harapan Baru untuk Wajah Pertanian Indonesia

Sinergi antara visi besar TJP, bimbingan suportif dari Bu Olivia, serta energi kreatif Gen Z seperti Zulfaa membuktikan bahwa sektor agraris punya daya tarik yang luar biasa. Melalui keterlibatan aktif akademika dari PSDKU Universitas Brawijaya Kediri dalam kampanye #PetaniMudaPunyaGaya, mereka berhasil membuktikan bahwa masa depan pertanian Indonesia kini berada di tangan generasi baru yang komunikatif, adaptif, dan pastinya, penuh gaya. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mengimplementasikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id