Mahasiswa MBKM PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Kenalkan TONGKAS, Inovasi Tong Komposter dari Galon Bekas kepada KWT Rahayu Berkah Kauman, Tulungagung

Mahasiswa MBKM PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Kenalkan TONGKAS, Inovasi Tong Komposter dari Galon Bekas kepada KWT Rahayu Berkah Kauman, Tulungagung

Pada Rabu, 17 Juni 2026, mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri yang melaksanakan program magang di Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung dan ditempatkan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kauman melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan TONGKAS (Tong Komposter Atasi Sampah) kepada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Rahayu Berkah di Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih sederhana, bermanfaat, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. TONGKAS merupakan inovasi tong komposter yang dibuat menggunakan galon bekas sebagai media pengolahan sampah rumah tangga. Alat ini dirancang dengan konsep sederhana agar mudah dibuat dan digunakan oleh masyarakat dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Pemilihan KWT Rahayu Berkah sebagai sasaran kegiatan didasarkan pada potensi kelompok yang aktif dalam kegiatan budidaya tanaman. KWT yang beranggotakan 16 orang ini mengelola berbagai jenis tanaman sayuran seperti cabai, kol, pagoda, dan sawi. Selain kegiatan budidaya yang dilakukan secara kelompok, beberapa anggota KWT juga memiliki tanaman sayuran di rumah masing-masing sehingga penerapan teknologi sederhana seperti tong komposter dinilai relevan untuk mendukung aktivitas tersebut. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga sejak dari sumbernya. Sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari sering kali langsung dibuang tanpa dilakukan pemanfaatan kembali, padahal sebagian besar masih dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk melihat bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan rumah masing-masing.

Bacaan Lainnya

Pada sesi demonstrasi, peserta diperkenalkan dengan proses pembuatan TONGKAS yang menggunakan dua galon bekas. Galon bagian atas digunakan sebagai wadah penguraian sampah rumah tangga, sedangkan galon bagian bawah berfungsi menampung cairan hasil pengomposan. Pada bagian tutup galon atas dibuat lubang agar air lindi dapat menetes ke galon bawah, kemudian galon bawah dilengkapi kran untuk memudahkan pengeluaran cairan yang dihasilkan selama proses pengomposan. Anggota KWT juga diberikan penjelasan mengenai jenis sampah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengomposan, seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering, dan limbah dapur yang mudah terurai. Sampah tersebut dimasukkan ke dalam tong komposter secara bertahap untuk selanjutnya mengalami proses penguraian secara alami.

Melalui kegiatan ini, anggota KWT tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai cara kerja alat, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai penerapan pengelolaan sampah yang dapat dilakukan secara berkelanjutan. Keberadaan tanaman sayuran yang dikelola kelompok maupun tanaman milik anggota di rumah menjadi potensi yang dapat mendukung pemanfaatan hasil pengomposan. Selain menghasilkan kompos padat yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman, proses pengomposan pada tong komposter juga menghasilkan cairan hasil penguraian atau air lindi. Cairan tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan lebih lanjut sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair (POC). Namun, pada kegiatan ini pembahasan difokuskan pada pengenalan tong komposter sebagai alat pengelolaan sampah rumah tangga.

Sebagai bentuk tindak lanjut kegiatan, tong komposter yang telah dibuat kemudian diserahkan kepada KWT Rahayu Berkah untuk dimanfaatkan dalam kegiatan kelompok. Penyerahan alat ini diharapkan dapat menjadi media praktik sekaligus contoh penerapan pengelolaan sampah rumah tangga yang mudah diterapkan. Melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi ini, mahasiswa berharap anggota KWT Rahayu Berkah tidak hanya memanfaatkan tong komposter yang telah diberikan, tetapi juga terdorong untuk membuat alat serupa secara mandiri di rumah masing-masing. Harapan tersebut didukung oleh kondisi beberapa anggota yang juga memiliki tanaman sayuran di lingkungan rumah sehingga hasil pengomposan nantinya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan edukasi lingkungan melalui teknologi sederhana yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Diharapkan, pemanfaatan TONGKAS dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan budidaya tanaman di lingkungan KWT maupun rumah tangga anggota.

 

Penulis: Indi Ardiani dan Najwa Kusuma Ramadhani – Mahasiswa MBKM PSDKU Universitas Brawijaya Kediri

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id