Pemkab Malang Usulkan 60 Desa Sebagai Penerima Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar

Pemkab Malang Usulkan 60 Desa Sebagai Penerima Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring. (Wul)

Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Perikanan Kabupaten Malang mengusulkan 60 desa calon penerima program bantuan hibah budidaya ikan air tawar dari pemerintah pusat. Pemberian bantuan paket budidaya ikan tematik kepada desa-desa tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah pusat, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring mengaku, sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah mengusulkan 60 desa yang berpotensi untuk menerima bantuan. Kendati demikian, untuk meningkatkan kualitas peternakan pihaknya menargetkan Kabupaten Malang mendapatkan 100 kuota bantuan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Di tahun pertama 2026 ini, akan dialokasikan 4.000 lokasi budidaya ikan air tawar di seluruh Indonesia,” seru Victor, sapaan akrabnya.

Victor menjelaskan, penerima awal dari program ini adalah Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Namun, ke depannya bakal digandengkan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang bekerja sama dengan kelompok budidaya perikanan setempat.

Dirinya mengatakan, dari 60 desa yang telah diusulkan sebagai penerima bantuan, saat ini sebanyak 47 proposal sudah resmi masuk ke kementerian. Serta sudah ada 17 desa yang dinyatakan lolos verifikasi dan layak untuk menerima bantuan tersebut.

Untuk bantuan yang diberikan sendiri berupa, sarana dan prasarana budidaya ikan. Seperti benih ikan, kolam beton serta pakan ikan untuk satu kali siklus produksi dengan target hasil panen sebanyak 10 ton per siklus.

“Jika dulu menggunakan kolam bunda atau bioflok biayanya sekitar Rp500 juta. Maka dengan sistem kolam beton ini anggarannya diperkirakan mencapai Rp1 miliar per lokasi karena biaya konstruksi cukup mahal,” jelasnya.

Dikatakan Victor, salah satu kualifikasi penerima bantuan ini adalah desa yang memiliki atau sudah ada aktivitas budidaya ikan konsumsi sebelumnya. Seperti di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen dan beberapa desa lainya di Kecamatan Lawang.

Victor membeberkan, pemilihan ikan lele sebagai ikan budidaya dalam program terbuat dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan penting. Seperti halnya efisiensi, harga produksi, daging disukai banyak kalau angga dan tidak memiliki banyak duri tajam. Sehingga cocok dipilih sebagai menu MBG anak-anak.

“Untuk menekan biaya produksi, efisiensi harus dimaksimalkan. Salah satu caranya adalah dengan memaksimalkan kepadatan tebar benih agar hasilnya sebanding dengan biaya yang dikeluarkan,” kata Victor. (wul/ono)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id